TP PKK Donoharjo Dorong Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, mengedukasi kader dan anggota PKK mengenai pencegahan serta deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Edukasi tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Ngaglik 2, Sri Mujiyanto, dalam pertemuan TP PKK Donoharjo, Jumat (25/9/2026).
Materi penyuluhan meliputi hipertensi, diabetes melitus, kanker serviks, dan kanker payudara. Selain mengenali faktor risiko, peserta mendapat pemahaman mengenai pola hidup sehat dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Sri Mujiyanto mengatakan, sejumlah PTM dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
“Pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk mengetahui kondisi tubuh dan faktor risiko sedini mungkin,” ujarnya.
Untuk menekan risiko hipertensi dan diabetes melitus, masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Kebiasaan tersebut perlu disertai aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.
Sementara itu, perempuan didorong melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Skrining kanker serviks dapat dilakukan melalui pemeriksaan yang tersedia di fasilitas kesehatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pencegahan juga dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV. Untuk kanker payudara, perempuan dianjurkan mengenali perubahan pada payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan segera berkonsultasi apabila menemukan kelainan.
Ketua TP PKK Kalurahan Donoharjo, Tri Rahayu, mengatakan kader PKK memiliki posisi penting dalam meneruskan edukasi kesehatan kepada keluarga dan masyarakat.
“Edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan. Kami berharap kader dapat menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dan mengajak keluarga melakukan pemeriksaan serta deteksi dini,” kata Tri Rahayu.
Menurutnya, pencegahan PTM perlu dimulai dari lingkungan keluarga melalui kebiasaan hidup sehat. Keluarga dapat berperan dengan mengatur pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, menghindari asap rokok, serta membiasakan pemeriksaan kesehatan.
“Kesadaran menjaga kesehatan perlu dibangun dari keluarga. Dengan kebiasaan sehat dan pemeriksaan secara rutin, faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Donoharjo mendorong kader menjadi penggerak perilaku hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan bagian penting menjaga kualitas kesehatan keluarga. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)


