Beranda



DESA-DONOHARJO-3
WEB BANNER DONOHARJO -02
DESA-DONOHARJO
Pengumuman
Ayo Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali. Bagi generasi muda yang ingin meningkatkan kesejahteraan dengan bertransmigrasi, di tahun 2023 Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman membuka kesempatan dengan kuota 5 Keluarga untuk melakukan transmigrasi ke tiga lokasi yaitu di Salulisu, Kab. Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, di Raimuna, Kab. Muna Sulawesi Tenggara dan di Tempirai Selatan, Kab. Pali Sumatera Selatan. Demikian dijelaskan Ibu Denni Indriastuti, pemeriksa ketransmigrasian dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten dalam acara Penyuluhan Ketransmigrasian Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman tahun 2023. Ibu Denni juga menjelaskan bahwa transmigrasi juga dimaksudkan agar wilayah tujuan juga dapat berkembang dengan adanya generasi muda tangguh dari wilayah asal. Syarat sebagai transmigran harus WNI khususnya KTP Sleman. “Ber-KTP dan bermukim di Sleman. Jika pindahan, maka minimal 2 sampai 3 tahun tinggal di Sleman”, jelas Bu Denni. “Syarat berikutnya berusia minimal 18 tahun maksimal 50 tahun. Jika berusia lebih dari 50 tahun tapi masih ingin transmigrasi , maka dapat mendaftar atas nama anak atau menantunya yang masih dalam 1 KK.Jika sudah pecah KK silahkan ke Kalurahan untuk minta surat keterangan”. “Selanjutnya harus sudah menikah yang dibuktikan dengan surat nikah. Jika janda, di KK ada anaknya laki laki minimal usia 18 tahun. Juga harus dehat jasmani dan rohani, belum pernah bertransmigrasi dan harus lulus seleksi”. “Calon transmigran juga harus memiliki keterampilan di bidang pertanian, perkebunan dan atau sesuaikebutuhan lokasi penempatan.Jika belum memiliki ketranpilan, akan dilatih di Balai Pelatihan”. “Adapun fasilitas yang akan didapatkan berupa rumah siap huni tipe 36, lahan pekarangan dan lahan usaha, jatah hidup 12 bulan untuk lahan kering dan 18 bulan untuk lahan basah, bantuan modal usaha dari Pemda Kabupaten Sleman sebesar 13 juta rupiah serta berangkat dengan pesawat “. “Hal yang sangat penting adalah calon peserta harus memiliki kemauan yang sangat kuat dan siap menghadapi berbagai rintangan karena lokasi yang baru jauh keadaannya dibandingkan lokasi asal,” tandas Bu Denni. (Endarwati)
Bupati Sleman Meresmikan Mushala Al-Ikhlas Panti Asuhan Bina Remaja
Sabtu, 20/5/23 Bupati Sleman berkenan meresmikan Mushala Al-Ikhlas yang berada di Kompleks Panti Asuhan Bina Remaja yang berada di Padukuhan Banteran Donoharjo Ngaglik Sleman. Panti Asuhan Bina Remaja merupakan salah satu cabang kegiatan YPKBR (Yayasan Pendidikan Kesejahteraan Bina Remaja ) Donoharjo selain SLB Tunas Kasih 1 yang terletak di Balong Donoharjo dan SLB Tunas Kasih 2 di Turi Sleman. Pada peresmian mushala yang pembangunannya menghabiskan dana 70 juta rupiah yanh berasal dari para donatur itu, Ibu Bupati menyatakan rasa senang dan bangga akan diresmikannya mushala Al-Ikhlas dan berharap pembangunan dan peresmiannya bisa menambah iman dan takwa anak didik. ” Kemarin, beberapa perwakilan pengurus datang ke rumah dinas Bupati meminta saya untuk memberi nama Mushala ini. Atas beberapa pertimbangan maka Mushala ini saya beri nama Mushala Al-Ikhlas. Alasan saya, karena keluarga besar ini tidak mudah melayani anak berkebutuhan khusus sehingga dibutuhkan keikhlasan. Kita harus menyadari bahwa semua orang memiliki potensi masing masing. Ada kelemahan tapi juga ada kekuatan. Dengan niat hati ikhlas, dibina terus menerus untuk menjadi Insan yang selalu bersyukur kepada Allah SWT”. Pada acara Halal Bihalal Keluarga Besar YPKBR tersebut usai diresmikan Ibu Bupati dengan penandatanganan Prasasti dan pemotongan pita, juga dilanjutkan peninjauan ke ruang karya anak difabel dampingan YPKBR. Sementara itu, Bapak Sri Purnomo yang berkenan menyampaikan hikmah syawalan menjelaskan bahwa syawalan adalah momentum untuk semakin meningkatkan Iman dan Takwa. “Syawalan merupakan budaya yang berasal dari tanah jawa, mengembang ke wilayah lain di Indonesia. Menurut Bapak Quraish Shihab, syawal artinya meningkat, yaitu meningkat menjadi orang yang lebih bertakwa. Karena itu mari kita jadikan monentum syawalan ini untuk meningkatkan kualitas diri kita untuk menjadi orang yang lebih beriman bertakwa”, demikian disampaikan Bapak Sri Purnomo. “Syawal dari bahasa Arab tapi orang Arab tidak melaksanakan. Umar Kayam pernah menyebutkan bahwa syawalan merupakan akulturasi (suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri) antara budaya Jawa dan Islam. Pasalnya, cara ini banyak digunakan ketika dulunya Islam mulai bersinggungan dengan budaya Jawa dan kerap menimbulkan ketegangan”, jelas Bapak Sri Purnomo. “Kegiatan syawalan ada di Indonesia pada2 abad sebelum Indonesia merdeka di Surakarta. Pangeran Mangkunegara 1 memerintah pada tahun 1757 -1795. Selama 38 tahun menjadi raja, Sultan Pangeran mangkunegara 1 paling benci kepada belanda sehingga selama memegang kekuasaan terjadi perang melawan penjajah sampai 250 kali. Setiap peperangan selalu timbul korban 2 belah pihak, hingga oleh pihak VOC pangeran Mangkunegara 1 diberi gelar Pangeran Samber Nyowo”. “Pada masa itu, tanggal 1 syawal kalender Sultan Agung diadakan acara ngabekten pertama kali. Para abdi dalem datang ngabekti , sungkeman mengaku salah dan memohon maaf yang dilestarikan sampai sekarang sebagai acara syawalan. Acara syawalan kembali dipopulerkan oleh Presiden pertama kita, Bapak Ir Soekarno”, jelas Bapak Sri Purnomo lagi (Endarwati/KIM Donoharjo)
PENGUMUMAN PENERIMAAN PENGELOLA BADAN USAHA MILIK KALURAHAN DONOHARJO
PENGUMUMANNomor : 581/219/XII/2022PENERIMAAN PENGELOLA BADAN USAHA MILIK KALURAHAN DONOHARJO Sebagai upaya memenuhi kebutuhan Pengelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Kalurahan Donoharjo,dengan ini Pemerintah Kalurahan Donoharjo membuka penerimaan Pengelola BUMKaI dengan formasi sebagaiberikut: Pengawas (3 orang) Direktur (1 orang) Sekretaris (1 orang) Bendahara (1 orang)Syarat dan ketentuan Umum :a) Warga Asli Donoharjob) Pendidikan Minimal SLTAc) Dapat mengoperasikan komputer program Ms OfficeSyarat dan ketentuan Khusus :a) Pengawas1) Mempunyai pengalaman kewirausahaan.2) Memahami laporan keuangan.b) Direktur1) Memahami perencanaan bisnis.2) Mempunyai pengalaman kewirausahaan,c) Sekretaris1) Memahami administrasi perkantorand) Bendahara1) Mempunyai latar belakang akuntansi atau memahami pembukuan transaksi keuanganBagi yang berminat silahkan kirimkan lamaran, CV dan pendukungnya paling lambat tanggal 9 Desember2022,ditujukan kepada Lurah Kalurahan Donoharjo Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman di Ruang Ulu-Ulu padajam 09 00 -12.00 WlB.Demikian pengumuman ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Pengumuman lengkap dapat diakses pada lampiran file berikut
Desa Wisata Tanjung Donoharjo Bangkit Kembali
Adanya Pandemi Covid-19 membawa dampak yang sangat signifikan terhadap semua aspek perekonomian termasuk pariwisata. Demikian pula yang terjadi pada Desa Wisata Tanjung yang dibuka sejak tahun 2001 sempat ditutup karena Pandemi. Seiring dengan berlalunya waktu maka masyarakat Padukuhan Banteran, Bantarjo dan Panasan yang menjadi cakupan wilayah Desa Wisata Tanjung berharap bisa dibuka kembali untuk menerima wisatawan. Demikian disampaikan Ketua Desa Wisata Tanjung Bapak Saptono Budi Samodra,ST, M Eng. dalam acara pengukuhan pengurus Desa Wisata Tanjung periode 2022-2025 sekaligus gelar potensi dan budaya yang bertajuk “Tanjung Duwe Gawe” (Tanjung punya acara) Minggu 27/11/22 di Joglo Nyamplung Banteran Donoharjo. Diawali dengan jalan bersama, acara pengukuhan juga menampilkan kesenian Hadroh , Jathilan Mustiko tanjung, Pek Bung Sekar Tanjung, Angguk Lentur Puji Rahayu dan gelar UMKM. “Hari ini diselenggarakan gelar potensi untuk menunjukkan bahwa desa wisata Tanjung masih eksis setelah pandemi. “Tanjung Duwe Gawe” merupakan pesta rakyat dan sebuah pesta deklarasi bahwasanya Desa Wisata Tanjung kembalimembuka wisata dan aktif kembali setelah beberapa lama vakum”. “Dengan Gelar Potensi diharapkan masyarakat DesaWisata Tanjung kembali berpartisipasi dalam mengembangkan desa wisata yangsudah sejak dulu dirintis bersama; kemudian membuktikan kepada anak-anak mudabahwasanya kearifan lokal, budaya lokal, kuliner tradisional, kerajinan tangan yangdimiliki oleh Desa Wisata Tanjung sungguh besar, sehingga pementasan atau GelarPotensi ini dapat menarik minat dan perhatian anak-anak muda untuk belajar danmenekuni potensi-potensi wisata sebagai penerus Desa Wisata Tanjung di masadepan”, jelas Bapak Saptono yang akrab dipanggil Mas Kelik. Lebih lanjut Bapak Saptono yang aktif sebagai Dosen Tehnik Geografi UGM dan asli putera Banteran ini menjelaskan bahwa Desa Wisata Tanjung dibentuk dalam rangka untuk melestarikan budaya, menjaga lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dalam sambutannya, Setda Sleman Bapak H Hardo Kiswoyo Si,MSi menyampaikan ucapan terimakasih karena Desa Wisata Tanjung yang telah melakukan hal bermanfaat. “Multiple effect(efek berganda)nya tentu sangat banyak. Dukungan dari UGM baik Dosen maupun para mahasiswanya yang sedang melaksanakan KKN tentu juga menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih baik. Terimakasih sudah mensupport kegiatan masyarakat sehingga lebih tertata dan terorganisir”. “Pemda wajib tutwuri Handayani. Bersama Dinas Kebudayaan dan Dinas pariwisata dalam rangka mengembangkan potensi wilayah, mari kita tingkatkan kolaborasi untuk mempercepat pembangunan di masyarakat” , himbau Pak Hasto. Sementara itu Perwakilan dari UGM, Bapak Dr Rustamaji MK menyampaikan dukungannya untuk membangkitkan kembali desa wisata. “Kami akan support penuh kegiatan di Sleman, apa yang bisa kita lakukan di tahun mendatang agar bisa lakukan dengan lebih baik” Selain itu juga menyampaikan kesan tentang kemesraan antara Pemda, Kapanewon, Kalurahan dan Pokdarwis (kelompok sadar wisata)nya luar biasa, semua itu menjadi cerita sukses tentang bagaimana bisa terjadi dan bagaimana bisa dilakukan.(Endarwati)
Ngaglik Launching Inovasi Layanan Kependudukan “KOPER PAMAN”
Setiap perubahan status kependudukan hendaknya dilaporkan ke instansi pelaksana agar terjadi update data. Namun yang terjadi hal tersebut sering tidak dilakukan sehingga data menjadi tidak akurat, seperti sering terjadi dalam perkawinan. Demikian disampaikan Panewu Ngaglik, Bapak Agung Endarto, S.Sos,M.Si. pada acara launching Inovasi Layanan Kependudukan “KOPER PAMAN” yaitu Kado perkawinan pertama masyarakat Ngaglik, Kamis 20/10/22 di Pendopo Kapanewon Ngaglik. Bapak Panewu juga menjelaskan bahwa melakukan perubahan status e-KTP sangat penting berkaitan dengan timbulnya hak kewajiban baru. Di Kapanewon Ngaglik inovasi “KOPER PAMAN” merupakan upaya mendekatkan layanan update bagi warga yang mengalami perubahan status perkawinan. Tim inovasi terdiri dari Panewu, Panewu Anom, Kepala KUA, Kepala Jawatan umum, Kepala Jawatan Praja, Kepala Jawatan Sosial, Kasubag Keamanan, Kasubag Kepegawaian, Kasubag Perencanaan, Lurah dan Dukuh se-Kapanewon Ngaglik serta staf yang ditunjuk. Inovasi ditujukan untuk mendukung gerakan Indonesia sadar Adminduk. Sementara sasaran inovasi adalah warga masyarakat Kapanewon Ngaglik yang melaksanakan perkawinan pertama dengan sesama warga masyarakat Ngaglik. “Untuk pengantin dari luar Ngaglik harus melakukan pindah penduduk Ngaglik terlebih dahulu”. Bapak Panewu menyampaikan bahwa hasil yang diinginkan adalah tercapainya tertib administrasi menuju masyarakat bahagia sejahtera. “Mohon dukungan dan bantuan bapak ibu dukuh, untuk sampaikan ke warga yang akan melakukan pernikahan sesama warga Ngaglik agar saat buku nikah disampaikan, status di Kartu Keluarga dan KTP sudah berubah”. Senada dengan yang disampaikan Bapak Panewu, Ibu Herawati,SH dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menyampaikan bahwa untuk mendekatkan pelayanan, Dinas Dukcapil bekerjasama dengan Kalurahan dengan membentuk pos pelayanan kependudukan untuk melayani akte kelahiran, akte kematian dan sinkronisasi data kependudukan. “Karena data penduduk dalam pelayanan publik sering NIK tidak sinkron. Untuk mendekatkan pelayanan, maka dukcapil menbuka pelayanan di Kalurahan. Adapun persyaratan pos Adminduk yang harus dipersiapkan oleh Kalurahan adalah penyediaan tempat, mengajukan surat permohonan pos pelayanan kependudukan ke Catatan Sipil, menyiapkan anggarannya, menyiapkan sarana prasarananya, serta menunjuk petugas pelayanan dokumen kependudukan”, jelas Ibu Herawati. ( Endarwati)
Pemutakhiran Data Keluarga Melalui PK22
Dalam rangka mensukseskan Pendataan Keluarga tahun 2022 (PK22) PLKB kapanewon Ngaglik menggelar Bimtek bagi para kader yang nantinya akan bertugas di lapangan. Bimtek diikuti oleh 22 kader wakil dari masing masing padukuhan tersebut berlangsung di aula Kalurahan Donoharjo pada Kamis 22/09/2022.” Bimtek diikuti oleh 21 dari 34 kader yang nantinya medata langsung ke masyarakat sehingga diperlukan komunikasi, konsolidasi serta koordinasi yang baik antar kader agar tugas berjalan dengan baik” kata Herlangga Wisnu Petugas Lapangan Keluarga Berencana Kapanewon Ngaglik pemateri dalam acara tersebut. “Bimtek PK22 ini sangat diperlukan agar pemutakhiran data berjalan lancar sehingga data yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.”kata Herlangga . Ia menambahkan bahwa kader pendata diambil dari masing-masing RT yang paham akan seluk beluk kondisi wilayah dan warga nya sehingga data dikumpulkan dan dimutakhirkan benar benar menggambarkan potret keluarga sesungguhnya. Selanjutnya Herlangga menerangkan bahwa Pendataan keluarga tahun 2022 adalah program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan merupakan kelanjutan dari PK21, kegiatannya difokuskan untuk memutakhirkan data keluarga Indonesia dengan cara melengkapi, memperbaiki , memperbaharui, mencatat mutasi dan mendata keluarga baru yang belum ada pada basis data keluarga Indonesia melalui kunjungan dari rumah ke rumah dengan cara mewawancarai dan mengobservasi kepala keluarga yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. “PK22 dilaksanakan mulai 1 September sampai dengan 31 Oktober 2022 dengan kegiatan Pemutakhiran data , dilakukan dengan mengumpulkan data kemudian diinput ke dalam aplikasi Pemutakhiran PK22 melalui smartphone.” terang Herlangga. Masih seperti PK21, pendataan keluarga ini menyasar pada keluarga di seluruh Indonesia.“Keluarga yang masuk prioritas dalam pendataan adalah keluarga terdiri dari suami dan istri , atau suami istri dan anak , atau ayah dan anak, atau ibu dan anak. Sedangkan keluarga khusus adalah keluarga yang tidak memenuhi definisi keluarga namun memiliki hubungan keluarga sesama anggotanya misalnya kakak dan adik tanpa orang tua, kakek atau nenek dan cucu atau seorang diri ” lanjut Herlangga. Hasil dari PK22 digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan, penyelenggaraan hingga pemantauan dan evaluasi program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) percepatan penurunan stunting , percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim dan program pembangunan terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut Dani Prasetyo selaku kamituwa kalurahan Donoharjo menyatakan dukungan kepada pelaksanaan PK22 dan menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan keterangan atau data dengan benar, riil, valid, serta terbuka dan apa adanya.” Agar pemerintah dalam mengambil kebijakan serta membuat program pembangunan bisa tepat sasaran dan manfaatnya bisa wdirasakan oleh masyarakat. ” ungkap Dani. ( Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Program Lukadesi untuk Warga Donoharjo
Program Lukadesi merupakan program inovasi layanan administrasi kependudukan kepada warga masyarakat yang berduka, yang diprakarsai Dinas Dukcapil Sleman. PROGRAM LUKADESI (KeLUarga BerduKA DEsa SIaga) secara khusus memberikan fasilitas layanan akta kematian kepada warga yang baru saja meninggal dan langsung dapat disampaikan pada hari itu juga bersamaan upacara pemakaman. Ditemui di ruang kerjanya Kamis 22/9/22, Bapak Pandoyo selaku Kepala Urusan Tata Laksana menjelaskan Lukadesi ini adalah salah satu bentuk upaya Pemerintah Kalurahan Donoharjo untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat khususnya yang berkaitan pelayanan administrasi kepndudukan. Bapak Pandoyo juga menyampaikan tentang prosedur dan persyaratan, bahwa masyarakat pemohon layanan mengajukan permohonan dengan prosedur dan persyaratan adalah sebagai berikut . “Dukuh atau Ketua RT/RW atau Pemohon ahli waris atau masyarakat mengajukan permohonan dengan diawali mengirim foto dalam bentuk Pdf, dokumen persyaratan ke petugas kalurahan lewat Whatshap (WA) a.n. Bapak Pandoyo 085799247456 yang disiapkan pada saat peristiwa atau maksimal 3-4 jam sebelum acara pemakaman, pada jam kerja”. Persyaratan fisik untuk dikirim ke petugas kalurahan pada hari itu juga untuk syarat pengambilan atau laporan ke Dukcapil Sleman. Persyaratan permohonan akta kematian terdiri dari fotocopy KK atau KTP el yang meninggal, fotocopy KK dan KTP el salah satu ahli waris, fotocopy KTP pelapor dan 2 (dua) orang saksi serta surat kematian dari RS/Kepolisian (kalau ada). Untuk form pelaporan disiapkan petugas kalurahan.Bukti foto penyerahan akta kematian selanjutnya dikirim WA ke Dinas Dukcapil Sleman sebagai laporan. “Untuk peningkatan pelayanan administrasi kependudukan perlunya partisipasi semua stakeholder termasuk pemahaman dan kesiapan semua perangkat Kalurahan, Dukuh, RT/RW dan warga masyarakat untuk siap membantu memberikan informasi laporan atas perkembangan administrasi kependudukan di masyarakat”, himbau Pak Pandoyo (Endarwati)
Donoharjo 10 Besar Lomba SSB
Dalam rangka memperingati HAORNAS (Hari Olah Raga Nasional) ke-39 Kabupaten Sleman, PERWOSI (persatuan wanita olah raga seluruh Indonesia ) tingkat Kabupaten Sleman menyelenggarakan lomba SSB (senam Sleman bangkit) bagi Pamong dan staf Kalurahan se-Kabupaten Sleman Sabtu 10/9/22. Lomba yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman dan diikuti oleh 51 kelompok peserta ini, sebagai Juara pertama dengan total nilai 496 diraih Minomartani, juara kedua dengan total nilai 475 diraih Sidoluhur dan juara ketiga dengan total nilai 463 dari Candibinangun. Sebagai juara keempat dengan total nilai 453 diraih Sariharjo, juara kelima dengan total nilai 439 diraih Pakembinangun, juara keenam dengan total nilai 437 diraih Trihanggo, juara ketujuh dengan total nilai 431 dari Wonokerto, juara kedelapan dengan total nilai 427 diraih Donoharjo, juara kesembilan dengan total nilai 414 dari Mororejo dan juara kesepuluh dengan total nilai 410 dari Pandowoharjo. Dalam sambutannya, Ibu Siti Baroroh,SIP sebagai Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa lomba senam Sleman bangkit untuk pamong se-kabupaten Sleman merupakan salah satu program PERWOSI Kabupaten Sleman yang ditujukan untuk mengajak seluruh masyarakat kabupaten Sleman agar turut mensosialisasikan senam Sleman bangkit. Ibu ketua panitia juga menyampaikan bahwa kegiatan lomba SSB dapat terselenggara atas dukungan anggaran dari Kabupaten Sleman, KONI (komite olah raga nasional Indonesia) Kabupaten Sleman, Dinas Pemuda dan Olah Raga, PDAM Sleman, Bank Sleman, Bank BPD cabang Sleman, BRI Sleman, koperasi Aman Kabupaten Sleman, Sari Dewi catering, PT mitra karya /hotel Cristal lotus. ” Terima kasih kepada semua pihak sehingga kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar”. Sementara itu Ibu Bupati dalam sambutannya sebelum membuka acara lomba SSB menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa menang kalah tidak menjadi masalah, yang penting tetap semangat. “Acara lomba ini merupakan ajang silaturahmi Pamong se Kabupaten Sleman. Pamong Kalurahan sibuk terus di depan komputer, karena itu agar sehat dan semangat maka diselenggarakan lomba ini untuk mensosialisasikan SSB ke masyarakat. Bahwa SSB adalah milik kita. Kalau pak lurahnya bisa sen SSB, masyarakat nya pasti lebih bersemangat”, tandas Ibu Bupati. Ditemui usai acara, Pangripto Donoharjo Mbak Sefita Ayu Purnamasari,SIKom yang akrab dipanggil Mbak Sefi menyampaikan harapannya, “semoga Donoharjo semakin berprestasi dan semakin maju ke depannya”. (Endarwati)
Donoharjo Juara 3 Lomba Stand UMKM Tingkat Kapanewon Ngaglik
Donoharjo – Dalam acara bazar UMKM dan gelar budaya yang diselenggarakan selama 3 Hari yaitu Kamis 18 Agustus 2022 sampai Sabtu 20 Agustus 22, Donoharjo meraih juara 3 lomba stand UMKM. Sebagai juara pertama stand Kalurahan Sardonoharjo, juara kedua stand Kalurahan Sariharjo, juara ketiga stand Kalurahan Donoharjo. Juara harapan 1 stand Kalurahan Sinduharjo, Juara harapan 2 stand Kalurahan Minomartani dan Juara harapan 3 stand Kalurahan Sukoharjo. Dalam acara yang menampilkan lebih dari 50 UMKM dari 6 Kalurahan berupa produk UMKM, Pertanian dan agrikultur, juga menampilkan seni budaya dari 6 Kalurahan. Pada hari kedua, Donoharjo menampilkan Jathilan Donobudoyo dari Padukuhan Donolayan. Dalam sambutannya, mewakili Panitia Mas Mas Wijang yang merupakan ketua FORKOM UMKM Ngaglik menyampaikan bahwa gelar budaya diselenggarakan dengan mengangkat potensi UMKM sebagai salah satu instrumen untuk menaikkan daya beli masyarakat. “UMKM merupakan katup pengaman di masa pandemi dan mempunyai peran strategis menyangkut semua lapangan usaha. UMKM juga memberikan sumbangan yang besar bagi peningkatan pendapatan. Meski disadari tekhnologi harus mempu dikelola dengan baik,” jelasnya. Pak Haris kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa di Ngaglik terdapat lebih dari 4.700 UMKM. Saat ini sedang dilakukan pendataan oleh enumerator yang bekerja sampai bulan Desember 2022. ” Ke depan data tersebuy akan menjadi big data UMKM. Masyarakat pengampu bisa mengakses dan dikolaborasikan dengan pendataan yang ada. Karena itu ketikaEnumerator hadir agar bisa dibantu apa adanya.’ Bapak Haris juga menjelaskan kendala enumerator sering ditanya berkaitan pajak tidak. “Sekarang pajak belum diberlakukan. Untuk UMKM kategori Mikri yaitu sedang tumbuh kadang ada kadang hilang. Kategori Mikro sudah jalan perlu ditingkatkan.Harapannya UMKM bisa naik kelas.Kegiatan tidak bisa berdiri sendiri, dipadukan dengan Budaya, pariwisata, olah ragaSetiap even agar boleh masuk untuk mewarnai”. “Untuk UMKM yang sudah memiliki jaringan, pemerintah kabupaten mengarahkan untuk go digital. Di tingkat Kalurahan, jika FORKOM mengajukan peningkatan kapasitas untuk go digital Dinas Koperasi dan UMKM juga siap membantu,” jelas Pak Haris lagi. (Endarwati)
“Ojo Lena” Antarkan KIM Donoharjo Juara 2 Lomba Petunra
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Donoharjo menyabet juara 2 lomba Pentas Pertujukan Rakyat (Petunra) yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Gedung Kesenian Sleman pada Minggu 26/06/2022. Sebagai apresiasi terhadap para peserta lomba, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melakukan Penyerahan tropi kepada para pemenang lomba yang berlangsung di Bale ROSO Resto jalan Kaliurang km 11 Sinduharjo Ngaglik Sleman pada Sabtu 23/07/3022. Para pemenang lomba tersebut memperoleh tropi , uang pembinaan dan piagam penghargaan yang diberikan kepada juara 1 KIM Kertomandiri Turi, Juara 2 KIM Donoharjo Ngaglik, Juara 3 KIM Lumintu Ngemplak, Juara Harapan 1 KIM Pararta Guna Gamping , Juara Harapan 2 KIM Pakem dan Harapan 3 KIM Depok. Dalam sambutannyaDanang Maharsa sangat mengapresiasi terhadap pelaksanaan Lomba Pertunjukan Rakyat sebagai upaya menyampaikan informasi kepada masyarakat luas dengan tetap menjunjung tinggi budaya dan kultur Jawa tanpa meninggalkan kemajuan teknologi.“Lomba Petunra tahun ini mengangkat tema kekinian namun tetap mempertahankan kearifan lokal diantaranya dengan menggunakan alat musik tradisional, bahasa yang dipergunakan serta latar belakang cerita yang sangat dekat dengan masyarakat .” kata Danang. Sementara itu ,Eka Surya Prihantara Kepala Dinas Kominfo Sleman mengatakan bahwa panitia lomba Petunra menetapkan 4 tema yang bisa dipilih oleh masing-masing KIM. Keempat tema tersebut adalah Ayo Migrasi ke TV Digital, Melindungi Anak Remaja dari Menjadi Pelaku atau Korban Kejahatan Jalanan, WiFi Padukuhan WiFi Sleman untuk sesarengan dan Melindungi Data Pribadi.“Tahun ini lomba Petunra diikuti oleh 7 KIM baik tingkat kapanewon maupun kalurahan. Sedangkan juri berasal dari Jogja Creatif Comunity, Dinas Kebudayaan dan Dinas Kominfo Sleman” papar Eka Surya Prihantara. “Ojo Lena ” adalah judul yang dipilih KIM Donoharjo dalam kerangka tema Melindungi Data Diri. Tema ini dipilih karena hampir semua pelayanan publik saat ini menggunakan identitas pribadi apalagi di jaman serba digital. Sikap lengah dan tidak tidak peduli terhadap keamanan data pribadi tanpa disadari akan merugikan diri sendiri. Sebagai sebuah pementasan “Ojo Lena” memberikan pesan menarik untuk selalu berSikap hati-hati menjaga data pribadi , tidak sembarangan memberikan data diri kepada orang lain tanpa tujuan yang jelas dan tidak mengakses aplikasi dari gadget yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keberadaan nya. Pementasan “Ojo Lena” naskah ditulis oleh Upik Wahyuni dan diperankan oleh 5 pemain, diiringi 5 pengrawit dan didukung oleh sanggar Sudarmin Kertodikromo. (KIM Donoharjo)
Butuh Formulir Layanan Desa?
Agenda Terkini
Kesehatan Gigi Bagi Penyandang Disabilitas
Kesehatan gigi merupakan salah satu masalah yang sering dialami termasuk bagi penyandang disabilitas. “Kondisi difabel tertentu sulit membersihkan jadi perlu bantuan orang tua atau orang dekat”. Demikian disampaikan oleh Dokter Etty Cahya Pertiwi, General Dentist Puskesmas Ngaglik 2 pada acara pepertemuan rutin KD KALISDO (kelompok Difabel Kalurahan Istimewa Donoharjo) dan pemeriksaan kesehatan, Sabtu 5/10/24 di Griya Lansia Kalimasada Kayunan Donoharjo. “Masalah yang paling banyak dialami lubang gigi. Faktor utama dari luar cara kita menjaga kebersihan gigi. Habis makan sebabkan mulut asam. Lapisan gigi jika kena asam terus menerus akan melunak yang nenyebabkan berlubang.” “Masalah kedua berkaitan dengan karang gigi. Kotoran menumpuk, jadi mengeras harus dilepas dengan alat”. “Ketiga, jika gigi ada kerusakan lalu patah dan tinggal sisa akar gigi, sudah tidak bisa dirawat lagi. Setelah dicabut, ruangannya kosong. Sebaiknya diisi gigi tiruan tapi tidak tercover BPJS”. ‘Cara merawat kebersihan gigi, gosok gigi minimal 2 kali sehari. Setelah sarapan dan sebelum tidur,” jelas Dokter Gigi Etty dilanjutkan demontrasi tentang cara gosok gigi yang benar. (Endarwati)
Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih untuk Pemilu 2024
Komisi pemilihan umum KPU kabupaten Sleman melanjutkan kirab pemilu dengan mengadakan sosialisasi dan pendidikan pemilih di Taman Pancasila universitas negeri Yogyakarta UNY pada Selasa 17 Oktober 2023 Aswindo wardhana sebagai ketua divisi SDM dan Partisipasi masyarakat KPU Sleman dalam sambutannya mengatakan bahwa kirab pemilu adalah agenda nasional dari KPU RI yang telah dilaksanakan sejak tanggal 14 Februari 2023 yang bertujuan sebagai media sosialisasi , edukasi kepada masyarakat agar Pemilu terlaksana penuh dengan kegembiraan dan profesionalitas sekaligus sebagai ajang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilu serentak 2024. Ia menjelaskan Pemilu tahun 2024 mengambil tema Pemilu Sarana Integrasi Bangsa yang berarti dengan pemilu menjalin keakraban persaudaraan sesama warga negara republik Indonesia. ” Selama perjalanan dari satu daerah ke daerah yang lain dengan kirab bendera partai politik peserta pemilu dan maskot Sura dan Sulu, hal ini menggambarkan keakraban dan persaudaraan , sebagai anak bangsa sudah sepatutnya kita merajut kebhinekaan mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa ” kata Aswino. Sementara itu Prof. DR. Guntur , M.Pd selaku sekretaris direktorat akademik dan kemahasiswaan UNY menyampaikan apresiasi kepada KPU kabupaten Sleman yang telah menyelenggarakan acara sosialisasi dan pendidikan pemilih di kampus yang terletak di kawasan Karangmalang, Depok Sleman tersebut. “Mahasiswa hadir pada acara ini kebanyakan adalah pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2024 akan datang. Sebagian besar juga datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sehingga acara sosialisasi dan edukasi ini sangat baik untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait seluk beluk pemilu sehingga dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak” kata prof Guntur seraya menambahkan bahwa di UNY nantinya akan ada 6 lokasi tempat pemungutan Suara TPS Khusus yang akan melayani sekitar 1690 pemilih. Sosialisasi dan edukasi yang dikemas dalam acara talk show tersebut menjadi sangat menarik karena menyuguhkan berbagai informasi Pemilu, pentingnya Pemilu, tema, tahapan pemilihan umum, terlebih ketika mendapatkan ragam tanggapan dari mahasiswa yang mayoritas berasal dari luar propinsi DIY dan menanyakan terkait pindah memilih.Indah Sri Wulandari ketua divisi perencanaan Data dan Informasi KPU Sleman sebagai narasumber menyatakan bahwa Pindah Memilih bagi mahasiswa sangat dimungkinkan dengan berbagai alasan salah satu diantaranya adalah tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi. Sedangkan tata caranya telah diatur oleh KPU dengan berkoordinasi dengan PPS/PPK terdekat. Di akhir acara para peserta sosialisasi diajak untuk memastikan namanya telah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) secara online dengan membuka laman cekdptonline.kpu.go.id (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Simulasi Bencana Gempa Bumi di SDN Banteran 1 Bersama Destana Donoharjo
“Gempa… gempa..” teriak anak-anak menyeru di tengah kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung disambung dengan suara sirine sekolah. Di saat kepanikan melanda, anak-anak kemudian bersembunyi di kolong meja, beberapa menutupi bagian kepala dengan tas yang di bawanya. Ibu guru yang kebetulan mengajar matematika mencoba menenangkan anak-anak untuk tetap tenang dan jangan keluar dari ruangan sampai keadaan atau guncangan berhenti. Karena kuatnya gempa tak pelak beberapa anak mengalami luka-luka, 1 anak patah tangan tertimpa atap kelas, ada yang luka di kepala terkena pecahan kaca, 1 anak pingsan karena shock, ada juga yang patah kaki.Setelah guncangan berhenti anak-anak kemudian berlari ke luar ruangan sambil melindungi kepalanya masih menggunakan tas atau tangan menuju ke tempat terbuka di titik kumpul evakuasi. Yang terluka kemudian dirawat oleh guru dengan menggunakan alat seadanya. Tak lama kemudian tim destana donoharjo menuju lokasi setelah mendapat laporan dari pihak sekolah. Anak-anak terluka dirawat oleh tim penanganan luka kemudian diangkut menggunakan ambulan ke rumah sakit, sedangkan anak yang telah berada di titik kumpul dievakuasi menggunakan pick up ke tempat yang lebih aman. Di tempat ini dilakukan trauma healing kepada anak didik untuk memberikan bantuan penyembuhan gangguan psikologis seperti kecemasan , panik dan gangguan lainnya paska mengalami bencana alam.Demikianlah adegan simulasi bencana gempa bumi di SDN Banteran 1 Padukuhan Banteran donoharjo yang diinisiasi oleh Destana Desa Tangguh Bencana Donoharjo pada Rabu 6/09/2023. Agus Hardiyo Pancoro ketua Destana donoharjo dalam materinya menyampaikanBahwaIndonesia termasuk negara rawan dilanda bencana seperti gempa bumi letusan gunung berapi hingga tsunami, hal ini karena Indonesia secara geografis terletak di kawasan ring of fire atau cincin api Pasific. Pertemuan tiga lempeng tektonik dunia lempeng indo-australia lempeng eurasia dan lempeng Pasifik. “Aktifitas atau pergerakan lempeng bumi tersebut sebagai penyebab bumi bergetar dan bisa berakibat bencana bagi makhluk yang ada di atasnya” ungkap Agus. Agus juga menegaskan bahwa Diperlukan kewaspadaan terhadap bencana gempa bumi karena sifatnya yang tidak dapat diprediksi , tidak dapat dicegah namun akibat yang ditimbulkan dapat diminimalisir. Oleh karenanya pendidikan mitigasi bencana harus diajarkan sejak dini kepada anak-anak di sekolah Dasar, karena sekolah merupakan wahana yang efektif dalam memberikan informasi, pengetahuan dan keterampilan. “Anak-anak perlu dibekali dengan pengetahuan agar mereka paham langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana sehingga anak-anak tau cara menyelamatkan diri dengan demikian akan mengurangi resiko jatuhnya korban luka-luka maupun korban jiwa.’ kata Agus. Materi yang diberikan berupa sosialisasi dan simulasi sebagai proses peniruan langkah-langkah kesiapsiagaan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Diperkenalkan pula teknik evakuasi mandiri jika terjadi gempa bumi seperti bersembunyi di bawah meja, melindungi kepala serta berlari menyelamatkan diri ke tempat yang terbuka. Bila di luar ruangan hindari bangunan tinggi , tiang listrik, pohon, papan reklame tau benda lain yang berpotensi rubuh jika terkena goncangan. “Hal mendasar saat menghadapi bencana adalah sikap tenang dan tidak panik sehingga bisa berpikir jernih bagaimana menyelamatkan diri sendiri dan sikap peduli menolong orang lain tanpa mengabaikan keselamatan diri”kata Agus. Endang suratmini kepala sekolah SD negeri banteran 1 mengapresiasi dengan kegiatan simulasi ini sebagai bekal ilmu kepada anak didik terhadap kesiapsiagaan terhadap bencana “Ilmu ini akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak-anak ke depannya dan saya yakin akan terus diingat dan dikenang sampai dia dewasa kelak” tandas Endang.(Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Kirab Gunungan Meriahkan tradisi Merti Dusun Donolayan
Ratusan warga Donolayan Donoharjo menggelar kirab Gunungan Hasil Bumi dalam rangka Merti dusun pada Minggu 3/09/2023. Kirab Gunungan berlangsung sangat meriah. Gunungan hasil bumi diarak mulai dari lapangan padukuhan setempat berjalan mengelilingi kampung diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari anak anak, remaja ,dewasa dan dikawal oleh Bregada Rakyat. Ritual berlangsung sangat hikmat dan sakral ketika payung pusaka yang melambangkan pengayoman atau perlindungan diserahterimakan dari mantan kepala dukuh Donolayan Dul Alip KKepada Arif Irnawan Kadus yang saat ini menjabat sebagai kepala dukuh Donolayan.Payung pusaka selanjutnya dikirab bersama gunungan uluwetu kembali menuju lapangan padukuhan setempat untuk kemudian didoakan oleh pemuka agama dan disedekahkan kepada warga masyarakat.Bersamaan dengan pelepasan burung ke alam bebas oleh pemuka masyarakat, gunungan Uluwatu kemudian diperebutkan oleh peserta yang hadir.. Kirab yang dihadiri oleh ratusan warga dengan berbagai macam latar belakang sosial , agama , ekonomi, profesi berlangsung sangat meriah. Semua warga masyarakat terlihat membaur bersatu padu tanpa melihat perbedaan dengan modal satu semangat yaitu membangun padukuhan Donolayan” kata Arif. Acara kirab Gunungan ini merupakan puncak dari rangkaian acara merti dusun yang sejak beberapa hari sebelumnya telah didahui dengan bersih2 makam, doa bersama dan diakhiri dengan pentas seni kuda lumping jatilan Donobudaya. “Merti Dusun mengambil tema Guyup Rukun Bangun Dusun , menunjukkan bahwa seluruh masyarakat padukuhan Donolayan memiliki rasa persaudaraan yang tinggi, selalu bersatu padu , ayom ayem untuk membangun wilayah ini.” ujar Arif Kirab gunungan yang merupakan bagian dari Ritual Saparan dan Merti dusun di padukuhan Donolayan merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki telah diberikan selama ini. “Filosofinya adalah bersedekah. Gunungan berisi hasil palawija sayur mayur ini sebagai bentuk permohonan dan doa dengan harapan selama 1 tahun ke depan para warga masyarakat bisa mendapatkan keberkahan dari sedekah tersebut, dimudahkan dalam segala urusan dan usahanya serta dijauhkan dari marabahaya” tandas Arif. ( Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Warga Masyarakat Padukuhan Donolayan Donoharjo Mengadakan Kenduri Saparan
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa ,warga masyarakat padukuhan Donolayan donoharjo mengadakan Kenduri Saparan bertempat di lapangan padukuhan setempat pada hari Sabtu 2 September 2023. Arif irnawan kepala dusun menyampaikan bahwa Kenduri saparan diikuti sekitar 250 warga masyarakat yang berasal dari 5 RT di wilayahnya. Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian dari acara Merti dusun yang telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya dengan berziarah di makam leluhur dan bersih bersih di lingkungan kampung Donolayan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kenduri saparan ini merupakan tradisi digelar setiap tahun dan menjadi ajang untuk melestarikan budaya tradisional yang sudah ada sejak zaman nenek moyang , sekaligus sebagai momen untuk membersihkan diri dan menyucikan hati, selain itu kenduri saparan juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. “Momen saparan ini juga bermakna sebagai ungkapan dan doa agar diberikan tambahan nikmat rezeki yang melimpah dan barokah, diberikan kelancaran dalam usahanya dan dijauhkan dari marabahaya.” kata Arif Dalam ritual saparan juga memberikan nilai-nilai pendidikan karakter yang religius , toleransi satu sama lain , kebersamaan, cinta tanah air, peduli lingkungan , peduli sosial dan tanggung jawab, lanjut Arif Rois Wagiman yang memimpin Kenduri Saparan menyampaikan bahwa ubarampe Kenduri memiliki makna filosofi yang mendalam bagi kehidupan bermasyarakat. ” Tumpeng bermakana menunjukkan rasa syukur kepada sang Pencipta juga simbol dari harapan yang lebih baik, ayam Ingkung merupakan lambang segala nikmat yang diberikan serta memohon perlindungan dan pertolongan hanya kepada Allah SWT,Golong gilig memiliki arti persatuan dan kesatuan , guyup rukun antara warga dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai warga masyarakat.” jelasnya. Ke depannya ia berharap bahwa tradisi saparan dan Merti dusun yang memiliki nilai filosofis serta kearifan lokal nan agung dapat dilestarikan oleh generasi penerus sehingga peninggalan para pendahulu yang adiluhung tidak punah tergerus oleh kemajuan jaman dan teknologi.(Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Pra SMD, Menyiapkan Pendataan sesuai Kondisi dan Kebutuhan Masyarakat
Menilai dan mengoreksi diri sendiri secara jujur dari apa yang dilihat, dirasakan, dan dilakukan adalah dasar dari kegiatan survei mawas diri atau yang disingkat SMD. Karena tujuannya untuk menilai masyarakat pada tingkat wilayah Kalurahan, maka sebelum kader kesehatan melakukan survei di masyarakat dilakukan pencermatan terhadap indikator- indikator yang disiapkan. Pencermatan tersebut dipandu Puskesmas dengan melibatkan Lurah, Kamituwa, Dukuh, PKK, KPM (kader pembangunan manusia) serta kader kesehatan, apakah indikator yang disiapkan sudah sesuai dengan data yang dibutuhkan. “Salah satu tujuan SMD adalah agar masyarakat dapat mengetahui masalah kesehatan diwilayahnya sehingga bisa menyusun program untuk mengatasinya”, demikian dijelaskan Mbak Azizah, Bidan Desa pada kegiatan pra SMD (survei mawas diri) yang diselenggarakan Rabu 22/8/23 oleh Puskesmas Ngaglik 2 di Rumah Makan Lanjar Donoharjo. Lebih lanjut Mbak Azizah menjelaskan bahwa SMD merupakan kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan Lurah dan petugas Puskesmas serta Bidan. ‘Tahapannya dimulai dari pengumpulan data primer dan data sekunder, pengolahan dan penyajian data masalah dan potensi yang ada dan membangun kesepakatan bersama masyarakat dan Lurah untuk ber sama-sama mengatasi masalah kesehatan di masyarakat”. ” Hasil analisa situasi melalui SMD berupa usulan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat kelurahan sesuai harapan rasional masyarakat kelurahan” jelas Mbak Azizah lagi. Indikator yang masuk dalam pendataan diantaranya tentang PTM (penyakit tidak menular), Hipertensi, DM (diabetes mellitus), Penyakit Paru, kehamilan, germas, jamban, penimbangan balita serta perilaku merokok. Karena pentingnya instrumen yang disiapkan untuk memotret kondisi riil masyarakat, maka forum menyepakati bahwa indikator survei ditambah tentang komunikasi anak dan orang tua serta survei tentang pengelolaan sampah rumah tangga. “Komunikasi dalam keluarga sangat penting untuk mencegah kenakalan remaja serta perilaku menyimpang anak dan remaja,” jelas Pak Theodorus Indarto Puskesmas Ngaglik 2. Sementara itu Kamituwa Donoharjo Bapak Dani Prasetyo menjelaskan bahwa informasi tentang pengelolaan sampah sangat penting untuk mengetahui apakah masyarakat sudah memahami pentingnya pengelolaan sampah. “Apakah sudah dilakukan pemilahan dan pengelolaan sampah atau belum, serta bagaimana penanganan sampah di rumah tangga,” jelas Mas Dani. (Endarwati)
Sosialisasi Pemilu kepada Pemilih Pemula di SMA Negeri 1 Ngaglik
Yang Muda Yang Memilih adalah jargon yang dipilih oleh PPK Ngaglik bekerja sama dengan PPS donoharjo saat melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula di SMA negeri 1 Ngaglik pada hari Selasa 22 Agustus 2023. Para siswa yang saat ini duduk di bangku SMA adalah calon pemilih pemula yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya. Oleh karena itu kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan politik kepada para pemilih pemula agar bisa mengerti tentang perlunya menggunakan hak suara untuk mensukseskan pemilihan umum serentak tahun 2024 demikian dikatakan Dita Hendri Irawan ketua PPK Ngaglik. “Pendidikan politik kepada pemilih pemula dimaksudkan agar mereka memahami dan mengetahui hak dan kewajiban dalam berpolitik terutama hak pilih bagi warga negara yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, mengetahui tahapan pemilu, mengenal partai politik peserta pemilu, memberikan pemahaman menjadi pemilih cerdas, serta mengetahui apa saja yang akan dipilih pada pemilu serentak 2024” kata Dita Hendri. Sementara itu Achmad Novrizal Hidayat Divisi Sosialisasi dan Partisipasi masyarakat dan manusia sumber daya manusia (SDM )PPK Ngaglik dalam materinya menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan pemilih pemula adalah warga negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara sudah berusia 17 tahun atau belum berusia 17 tahun tetapi sudah /pernah menikah. “Anggota TNI atu Polri yang telah memasuki masa pensiun juga disebut pemilih pemula karena pada saat mereka masih aktif sebagai anggota tidak memiliki hak pilih” kata Rizal. Dalam kesempatan tersebut dilakukan simulasi untuk mengecek nama pemilih dengan mengakses nama pemilih pada laman cekdptonline.kpu.go.id “Jika namanya sudah terdaftar sebagai pemilih tetap , gunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya jangan golput , jadilah pemilih cerdas dengan cara mengenali siapa calon yang akan dipilih, cari tau visi dan misinya, tolak politik uang dan jangan mudah terprovokasi dengan berita hoax, serta bijak dalam menggunakan sosmed” terang Novrizal Novrizal berharap adik-adik yang kini namanya sudah terdaftar sebagai pemilih tetap untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Umum tahun depan dengan menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani. “Bentuk partisipasi selain sebagai pemilih , dapat dilakukan dengan terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan, mengawasi setiap tahapan , turut mensosialisasikan pemilihan dan memantau hasil pemilihan. Mengecek data diri sebagai calon pemilih seperti yang sudah disimulasikan juga merupakan bagian dari partisipasi yang dilakukan oleh warga negara termasuk generasi muda. Novrizal menambahkan bahwa pada gelaran pemilu Serentak yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024 pemilih akan memperoleh 5 surat Suara untuk memilih pasangan presiden dan wakil presiden, DPD ( dewan Perwakilan daerah) , DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten dan DPD. Sementara itu kepala sekolah SMAN 1 Ngaglik Yunan Helmi menyambut baik acara sosialisasi tersebut sebagai pendidikan politik kepada para siswa. “Para siswa perlu diberikan pendidikan politik ,belajar berdemokrasi . Ini juga bagian dari pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)” tandasnya. Suasana kian meriah dengan pembagian door prize disertai permainan , tebak cepat dan benar soal kepemiluan yang dipandu oleh anggota PPK ngaglik dan pps Donoharjo (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Jambore Kader Posyandu 2023 dengan Tema Kader Cerdas Stunting Tuntas
Puskesmas Ngaglik 2 menggelar Jambore kader Posyandu 2023 , diikuti kurang lebih 500 kader yang berada di wilayah kerjanya yaitu Donoharjo, Sariharjo dan Sukoharjo. Acara digelar dengan tema Kader Cerdas Stunting Tuntas bertempat di rumah dinas Bupati Sleman Sabtu 29 Juli 2023. Acara Jambore Kader Posyandu 2023 bertujuan untuk memberikan meningkatkan keterampilan wawasan dan pengetahuan kader terutama untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting. “Saat ini di wilayah Puskesmas Ngaglik 2 tercatat 3,9% kasus stunting, meski di bawah angka nasional yaitu 14% dari jumlah balita , tetapi puskesmas ngaglik 2 tetap berkomitmen untuk menurunkan angka stunting sampai tercapai Zero Stunting” ungkap dr. Trisni Nur Andayani kepala Puskesmas Ngaglik 2 Lebih lanjut Trisni mengatakan melalui kegiatan jambore ini diharapkan dapat menggerakkan semua pihak untuk ikut serta dalam pencegahan stunting diantaranya dengan penanganan gizi baduta dengan menambah pengetahuan, ketrampilan para kader dan kegiatan lain yang berkaitan dengan langkah pencegahan stunting. Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang hadir pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan jambore kader posyandu 2023. “Kader Posyandu merupakan garda terdepan untuk meneruskan program kesehatan kepada masyarakat. Ini kekuatan yang luar biasa. Target utama adalah penanganan kesehatan keluarga termasuk di dalamnya penanganan stunting.” kata Bupati Sleman. Lebih lanjut dikatakan, penyebab stunting diantaranya adalah rendahnya akses terhadap makanan bergizi , rendahnya asupan vitamin dan mineral dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. ” Kearifan bahan pangan lokal perlu dimunculkan. Inovasi dan kreativitas variasi menu harus terus digali untuk dibuat produk yang disenangi anak. Dalam upaya mencegah stunting Sleman sendiri telah mempersiapkan 20 hektar lahan untuk tanam padi” tegasnya. Sebagai narasumber dalam gelaran tersebut seorang ahli gizi DR.dr.Tan Shot Yen. MHum yang mengatakan bahwa pencegahan stunting dimulai saat remaja mengalami menstruasi dengan pemberian zat besi atau ablet tambah darah. ” Pembinaan calon penganten tentang reproduksi dan pengetahuan tentang gizi sangat penting agar nantinya melahirkan generasi tangguh, sehat dan cerdas.” kata Tan Shot Yen “Salah satu cara untuk meningkatkan penenuhan gizi masyarakat adalah melalui makanan lokal yang mungkin mulai ditinggalkan karena ada yang lebih praktis. Menu gizi seimbang dari bahan pangan lokal dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang enak dan menyehatkan dapat memperbaiki gizi anak dan menurunkan stunting. Asupan protein sangat penting bagi anak sejak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun yang berada dalam masa emas pertumbuhan , sumber protein bisa didapat dari ikan, telur, daging, dan kacang-kacangan demikian pun dengan bahan-bahan pangan lokal untuk pemenuhan kebutuhan energi seperti umbi-umbian, jagung, kacang-kacangan dan sebagainya yang cukup mudah ditemukan dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Di akhir acara kemudian ditandatangani fakta kesepahaman tentang pencegahan stunting dan juga kawasan tanpa rokok ( KTR) (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kesehatan Jiwa
Kader kesehatan adalah mereka yang membantu petugas kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang memiliki perilaku hidup sehat, termasuk di dalamnya dalam hal kesehatan jiwa. Sebagai kepanjangan tangan Puskesmas si masyarakat, maka untuk me-refresh kembali pemahaman tentang pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa, maka Puskesmas Ngaglik 2 menyelenggarakan sosialisasi dan bedah buku berjudul “Mata Hati, Masyarakat Tangguh Sehat Jiwa” pada Rabu 26/7 di Aula Puskesmas Ngaglik 2 yang terletak di Kayunan Donoharjo Ngaglik Sleman. Dengan refresh tersebut diharapkan kader kesehatan kembali mendapatkan ilmu dan pemahaman tentang kesehatan jiwa sehingga dapat melakukan deteksi awal, melakukan penanganan sekaligus tindak lanjut apabila terjadi kasus, jelas Amalia, Psikolog puskesmas Ngaglik 2 sebagai panitia penyelenggara. Lebih lanjut Amalia menjelaskan bahwa kesehatan jiwa ada 3 macam yaitu orang dengan jiwa sehat, orang dengan masalah jiwa (ODMJ), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sebagai narasumber, Ni Putu Dara Widiyana psikolog dari UII menjelaskan bahwa sesuai UU Kesehatan Jiwa No. 18 Tahun 2014, yang dimaksud dengan gangguan jiwa adalah gangguan pikiran, perasaan, dan perilaku yang terlihat dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. ” Tanda gangguan jiwa jika sedih berkepanjangan dalam waktu yang lama, kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari dalam kebersihan, makan, minum dan beraktivitas berkurang, motivasi untuk melakukan kegiatan menurun, marah tanpa sebab dan mengamuk, menyendiri dan tidak mau bergaul”. “Selain itu gangguan jiwa juga bisa dilihat pada tidak memperhatikan penampilan/kebersihan diri, mengatakan atau mencoba bunuh diri serta bicara atau tertawa sendiri”. Yang perlu diperhatikan adalah jika tanda tersebut berlangsung dalam waktu lebih dari dua minggu dan mengalami beberapa tanda sekaligus”, jelas Dara. Selain itu Dara juga menjelaskan tentang stres, depresi, halusinasi, resiko perilaku kekerasan, isolasi sosial, kurang perawatan diri serta resiko bunuh diri serta tanda-tandanya. “Segera konsultasikan ke puskesmas apabila menemui gejala gangguan jiwa maupun gejala kekambuhan. Karena klien dapat bekerja dan produktif kembali apabila mendapatkan pendampingan dan penanganan yang tepat,” jelasnya. ” Apalagi jika menemui kondisi gawat darurat yaitu kondisi kejiwaan seseorang yang harus segera mendapatkan bantuan oleh tenaga kesehatan. Suatu gangguan dapat disebut darurat ketika gangguan tersebut mengganggu dan membahayakan baik individu yang memiliki gangguan maupun orang disekelilingnya, misalnya gaduh, gelisah dan risiko bunuh diri”. “Untuk prosedur pengobatannya, bila mampu rujuk mandiri maka keluarga dapat langsung mengantar ke rumah sakit. Bila tidak mampu rujuk mandiri maka bisa lapor ke kader, atau puskesmas, untuk turut mengantarkan ke rumah sakit. Bisa juga sambil telpon hotline Ghrasia 0274 895143 ext 3418”. “Untuk rujukan, jangan lupa menyertakan Fc kk, fc ktp pasien, fc ktp penanggung jawab, bpjs asli/aplikasi mobile JKN, dan surat rujukan faskes 1 . Namun jika gawat darurat bisa langsung ke RS atau puskesmas”, jelas Dara lagi. (Endarwati)
Pelantikan Pengurus KORMI tingkat Kapanewon se-Kabupaten Sleman
Diiringi alunan gendhing karawitan Laras Utama Donoharjo, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sabtu 15/7 diselenggarakan kegiatan Pelantikan Pengurus KORMI Kapanewon se-Kabupaten Sleman. Sebagai kegiatan positif yang membantu masyarakat untuk hidup sehat, seyogyanya didukung oleh semua pihak. Demikian disampaikan Bupati Sleman Ibu Kustini Sri Purnomo. “Untuk Bapak Kepala Dinas, Dewan Perwakilan Rakyat, apa yang sudah diagendakan KORMI agar jangan dicoret. Kita di tingkat Kabupaten juga perlu melakukan koordinasi dengan banyak pihak agar masyarakat ikut merasakan manfaatnya”. Sementara itu Ketua KORMI Bapak Suparman APP menjelaskan bahwa kegiatan dilaksanakan dalam rangka terkukuhkannya pengurus KORMI tingkat Kapanewon se-Kabupaten Sleman serta upaya mencapai legalitas formal KORMI tingkat kapanewon. Bapak Suparman juga menjelaskan bahwa pengurus Kapanewon masa bakti 2023-2026 bertugas menghimpun dan memberdayakan seluruh organisasi dan potensi olahraga masyarakat yang ada di wilayah Kapanewon. “Di samping itu juga membangun dan membina kemitraan serta keharmonisan dengan Pemerintah Kapanewon dan organisasi olahraga lainnya di Kapanewon serta membina hubungan baik, koordinasi dan komunikasi dengan Pengurus KORMI Kabupaten Sleman dalam mengembangkan program kegiatan dan pemberdayaan organisasi olahraga masyarakat sebagai kekuatan pembangunan manusia, masyarakat dan bangsa Indonesia”. Selain itu Bapak Suparman juga menjelaskan bahwa kegiatan olah raga yang meningkat akan meningkatkan kebugaran, akan meningkatkan usia harapan hidup dan pada gilirannya akan menaikkan tingkat kebahagiaan ada umumnya. “Kami yakin dan percaya, dengan terbentuknya KORMI di tiap kapanewon, dan sinergitas yang manis dan harmonis dengan KORMI tingkat Kabupaten Sleman, maka giat dan geliat olahraga masyarakat akan makin meningkatkan pula tingkat dan derajat kebugaran masyarakat, yang pada akhirnya, nantinya akan meningkatkan pula usia harapan hidup, dan tingkat kebahagiaan masyarakat Kabupaten Sleman”. “Mohon dukungan, petunjuk, dan arahan dari bupati dan stakeholder terkait lainnya, agar KORMI Kabupaten dan juga KORMI kapanewon dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan”, tandas Bapak Suparman. Kegiatan yang dihadiri Dewan Kehormatan, Dewan Penyantun, Panewu se Kabupaten Sleman, Calon Pengurus KORMI Kapanewon, Pengurus KORMI Kabupaten serta para tamu undangan. (Endarwati)
Kegiatan Desa
Kesehatan Gigi Bagi Penyandang Disabilitas
Kesehatan gigi merupakan salah satu masalah yang sering dialami termasuk bagi penyandang disabilitas. “Kondisi difabel tertentu sulit membersihkan jadi perlu bantuan orang tua atau orang dekat”. Demikian disampaikan oleh Dokter Etty Cahya Pertiwi, General Dentist Puskesmas Ngaglik 2 pada acara pepertemuan rutin KD KALISDO (kelompok Difabel Kalurahan Istimewa Donoharjo) dan pemeriksaan kesehatan, Sabtu 5/10/24 di Griya Lansia Kalimasada Kayunan Donoharjo. “Masalah yang paling banyak dialami lubang gigi. Faktor utama dari luar cara kita menjaga kebersihan gigi. Habis makan sebabkan mulut asam. Lapisan gigi jika kena asam terus menerus akan melunak yang nenyebabkan berlubang.” “Masalah kedua berkaitan dengan karang gigi. Kotoran menumpuk, jadi mengeras harus dilepas dengan alat”. “Ketiga, jika gigi ada kerusakan lalu patah dan tinggal sisa akar gigi, sudah tidak bisa dirawat lagi. Setelah dicabut, ruangannya kosong. Sebaiknya diisi gigi tiruan tapi tidak tercover BPJS”. ‘Cara merawat kebersihan gigi, gosok gigi minimal 2 kali sehari. Setelah sarapan dan sebelum tidur,” jelas Dokter Gigi Etty dilanjutkan demontrasi tentang cara gosok gigi yang benar. (Endarwati)
Imunisasi Japanese Encephalitis di Donoharjo
Imunisasi JE (Javanese encephalitis) merupakan imunisasi untuk antisipasi radang otak pada anak. “Jika pada orang tua istilahnya meningitis”, jelas Bapak Sri Mujianto,SKM, M.PH kepala puskesmas Ngaglik 2 di sela acara pelaksanaan Imunisasi Japanese Encephalitis Selasa 8/10/24 di Aula Kalurahan Donoharjo Bapak Sri Mujianto menjelaskan bahwa sasaran imunisasi adalah anak usia 9 bulan sampai 15 tahun kurang 1 hari, dilaksanakan di bulan September dan oktober. “Ke depan, imunisasi merupakan program imunisasi rutin untuk anak usia 10 bulan”. “Kegiatan ini merupakan program mandatory dari kementrian kesehatan. Di Donoharjo dilaksanakan 2 hari dengan sasaran 1.100 sampai 1.200, hari pertama 7/10/24 dengan sasaran TK, PAUD dan KB, hari kedua 8/10/24 dengan sasaran POSYANDU”. ” Untuk yang kemarin dan hari ini belum dapatmengikuti, akan kita upayakan pelaksanaan di puskesmas, adapun teknis pelaksanaannya akan diinformasikan lebih lanjut”. “Kendala sementara ini masih bisa dikendalikan terutama tentang mobilisasi sasaran yang diadakan di kalurahanVaksin cukup, tenaga cukup, kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Sarana prasarana dukung sekolah dan kalurahan, serta adanya partisipasi dari kader, destana linmas sebagai bentuk kolaborasi” “Saya berharap pelaksanaan berjalan lancar dan bisa mencapai target capaian mendekati 100 persen. Tidak ada KIPI yaitu kejadian ikutan pasca imunisasi atau dampak dari imunisasi”, tandas Pak Sri. (Endarwati)
Pendidikan Mitigasi Bencana Bersama Destana di SD Negeri Donoharjo
Mengawali tahun ajaran baru, Sekolah Dasar Negeri Donoharjo menggelar MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dengan menggandeng Destana donoharjo untuk melakukan pendidikan Mitigasi bencana. Acara berlangsung di halaman SD Donoharjo pada Rabu 17/07/2024. “Berada di daerah rawan bencana, Pendidikan mitigasi harus diajarkan kepada anak anak sejak dini sebagai bekal pengetahuan agar mereka paham langkah yang harus dilakukan, tahu peralatan yang digunakan untuk penyelamatan saat terjadi bencana sehingga anak-anak paham cara menyelamatkan diri dan juga paham alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya resiko bencana .” kata Sukardi kepala Sekolah SD Donoharjo saat ditemui di sela-sela acara. Sementara itu Agus Hardiyo Pancoro ketua Destana Donoharjo dalam paparannya menyampaikan bahwa berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya, Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Sleman dan Destana memetakan wilayah rawan bencana di Donoharjo. “Bagian barat ke selatan sebagai kawasan rawan bencana angin kencang, Donoharjo bagian selatan sebagai daerah yang paling terdampak jika terjadi gempa bumi, sedangkan Donoharjo bagian Utara sangat rawan jika terjadi erupsi gunung Merapi dan sisi timur berpotensi terkena dampak banjir di sepanjang wilayahnya yang dilewati sungai Boyong.” kata Agus. Oleh karena itu , lanjutnya, sebagai warga yang tinggal di daerah rawan bencana harus mengetahui dan paham pentingnya pengetahuan pertolongan dan penyelamatan pada saat terjadi gawat darurat. Kewaspadaan menghadapi bencana merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan karena kita tidak tahu kapan bencana akan terjadi. Dalam kesempatan tersebut tim Destana mengenalkan berbagai alat yang digunakan dalam upaya penyelamatan dan juga alat untuk mengurangi dampak terjadinya bencana, misal alat mitigasi bencana angin kencang yang meliputi tali tambang besar ,gergaji mesin sepatu boot, pelindung kepala serta, kacamata. “Alat ini diperlukan untuk mengantisipasi saat terjadi angin kencang terutama gergaji mesin untuk memotong batang pohon yang tumbang mengenai rumah warga dan menutup akses jalan . ” terang Agus. Dikenalkan juga alat untuk penyelamatan bencana air meliputi rompi pelampung dan tali tambang besar yang digunakan untuk menolong korban laka air. Ada juga vertikal rescue berupa dragbar dan tali tambang yang digunakan untuk penyelamatan korban dari titik yang rendah ke titik yang lebih tinggi maupun sebaliknya, misalnya korban yang jatuh ke jurang atau tebing. “Alat ini juga digunakan untuk pengiriman logistik di kawasan bencana yang tidak dijangkau oleh kendaraan melewati jalan darat,” terang Agus. Pada kesempatan tersebut diperkenalkan mobil Ambulans Donoharjo hasil swadaya masyarakat berikut perlengkapan yang ada di dalamnya. Ambulans tersebut disiapsiagakan untuk warga yang membutuhkan pertolongan saat terjadi kegawatdaruratan, seperti untuk antar jemput warga yang sakit ke rumah sakit maupun saat prosesi pemakaman. Dikenalkan juga 4 bunyi sirene ambulan berbeda yang menandakan kondisi yang berbeda pula. “Bunyi tempo palang kereta api menandakan jika ambulans tersebut sedang berada dalam perjalanan menuju rumah pasien, bunyi dengan tempo tidak terlalu cepat atau lambat artinya ambulans sudah membawa pasien dalam keadaan tidak gawat darurat , tempo cepat menandakan sedang membawa pasien darurat atau emergency yang harus segera ditangani. Dan bunyi tempo panjang artinya bahwa mobil ambulans sedang membawa jenazah” jelas Agus Anak anak menampakkan antusias dan kegembiraan mengikuti acara tersebut apalagi dikemas menarik dengan menampilkan flying fox yang bisa dicoba oleh para siswa. “Acara sengaja dikemas dengan penuh keceriaan agar anak-anak terkesan alat apa saja yang dipergunakan untuk pertolongan, dan selalu ingat bahwa jangan ragu untuk memberikan pertolongan kepada siapapun yang membutuhkan dan selalu berbuat baik dimana pun berada” tandas Agus. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Workshop Foto dan Video untuk UMKM
Salah satu cara agar produk menarik untuk dijual adalah melalui foto dan video produk. Apalagi di era serba online ini semua marketplace , media sosial perlu memiliki foto produk yang baik dan menarik. Demikian dikatakan Anggi Setiadi pada Workshop Foto dan Video untuk UMKM yang diselenggarakan oleh pemerintah kalurahan Donoharjo dan Lembaga Pengabdian Masyarakat ( LPM )universitas Islam Indonesia (UII) yang diselenggarakan di Food court Embung Jetis Suruh pada 10 September 2023. Media promosi online seperti media sosial biasanya digunakan oleh pengguna untuk memperkenalkan dan melakukan branding produknya melalui foto dan video. Keduanya sangat efisien dalam membantu perkembangan bisnis online di era digital seperti sekarang ini. Dengan foto dan video membuat tampilan visual menjadi maksimal dan mempengaruhi konsumen untuk membelinya. Produk apapun bisa diperkenalkan melalui foto dan video produk. Salah satu keuntungannya bisa meningkatkan nilai tambah atau prestisius pada sebuah produk. ” Sebagai contoh Segelas es teh di warung harganya Rp3.000 tetapi melalui sajian foto/video yang menarik , dan diganti namanya menjadi Jasmine- tea atau Ice tea harganya bisa berlipat ganda” kata Anggi yang juga Dosen Ilmu Komunikasi UII tersebut. Sementara itu Nurfian Yudhistira praktisi foto/video produk dalam materinya menyampaikan ada beberapa tips yang bisa digunakan dalam membuat foto atau video produk di antaranya penggunaan cahaya yang baik. “Kecerahan foto mempengaruhi hasil foto produk. Pencahayaan harus dilakukan dengan baik jangan sampai hasil foto gelap , suram atau bahkan terlalu cerah sehingga merusak tampilan produk ” ungkap Fian yang juga dosen ilmu Komunikasi AMIKOM Yogyakarta tersebut. Selanjutnya gunakan properti yang mendukung produk tersebut, misalnya sambel tomat bisa menggunakan cabe , tomat segar, bawang putih bisa juga ditambahkan bunga atau daun kering untuk menghias tampilannya. Tips selanjutnya adalah menggunakan background yang pas. ” Background bisa dibuat sendiri dari kain polos, kertas wallpaper , HVS, kertas manila atau bisa menggunakan kertas yang lain. Jadi tidak perlu membuat studio mini yang membutuhkan budget banyak” kata Fian. Lebih lanjut ia mengatakan mengambil beberapa sudut angle diperlukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. “Cari angle yang dirasa paling tepat dari atas, samping kanan, kiri , belakang atau bahkan dari bawah. Selanjutnya pilih foto /video yang paling baik” jelas nya. Setelah produksi foto selesai langkah selanjutnya adalah editing.” Editing sangat diperlukan sebagai salah satu kunci agar mendapatkan hasil foto dan video dengan kualitas maksimal dan terbaik, sehingga hasilnya bisa menarik konsumen untuk kemudian melakukan transaksi.”jelas nya. Hudi salah seorang peserta pelatihan merasakan manfaat dengan adanya pelatihan ini. “Sebagai pelaku usaha , saya merasa bersyukur dengan adanya pelatihan ini. Saya bisa mempromosikan dagangan dengan gambar dan video yang menarik, artistik dan menggugah selera konsumen. Sehingga lebih praktis karena promosi bisa dilakukan dari rumah dengan mengupload di media sosial.” kata Hudi yang dalam keseharian nya sebagai pengusaha kuliner tersebut.( Upik Wahyuni/ KIM Donoharjo)
Peresmian dan Launching Sekolah Lansia Kalimas Ayu Kayunan
Lansia memiliki faktor resiko penyakit degeneratif seperti penurunan fungsi tubuh, emosi dan kesepian. Dalam rangka mencapai lansia yang SMART yaitu sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat, perlu adanya upaya pencegahan dan pembinaan non formal mengenai kesehatan, spiritual dan sosial. Jumlah proporsi lansia di Indonesia sudah mencapai 10,5 %. Sebanyak 35 juta penduduk adalah lansia dan jumlah akan terus bertambah. “Lansia harus kita jaga agar mendapatkan layanan kesehatan. Juga mendapatkan pembinaan dengan mengacu pada PHBS dan tujuh dimensi lansia tangguh”. Demikian disampaikan Kepala BKKBN Propinsi DIY Ibu Dra Andi Ritamariani,MPd pada peresmian dan Launching Sekolah Lansia Kalimas Ayu di Kayunan Donoharjo Ngaglik Sleman sabtu, 19/19/23. Ibu Andi juga menyampaikan bahwa Yogyakarta memiliki angka harapan hidup dan tingkat kebahagiaan tertinggi diantara wilayah yang ada di Indonesia. “Untuk itu harus kita jaga bersama dengan bergandengan tangan untuk kesinambungan kegiatan sehingga DIY menjadi lansia yang sehat dan tangguh”. Beliau juga berharap kegiatan Kalimas Ayu bisa menjadi rujukan kegiatan bagi pembinaan Lansia dari wilayah lainnya. Kegiatan yang diisi dengan pemeriksaan gigi, pemeriksaan gula darah serta senam untuk lansia itu , menghadirkan praktisi kesehatan Bapak Dr dr Probo Suseno, SP PD, dosen di Fakultas kedokteran kesehatan masyarakat dan keperawatan UGM. Bapak Probo menjelaskan bahwa penyakit yg timbul adalah penyakit Yg tidak menular ( PTM) antara lain Infeksi paru, pnemonia atau radang paru, kencing manis ( DM), hipertensi adalah penyebab kematian tertinggi. ” Penyakit lain yang sering ditemui pada lansia adalah penyakit yg ditimbulkan karena psikis, kesepian dan tumbuh pikiran yang tidak baik, juga gangguan tak bisa berak. Agar tidak banyak permasalahan maka perlu dihimpun dan diisi dengan sekolah lansia. Sekolah lansia memiliki ilmu yang luas” , jelas Pak Probo. Sementara itu, ketua Posyandu dan Sekolah Lansia Kalimas Ayu Ibu Titik Winarti,S.Kep Ns menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari obrolan dengan salah satu pegiat masyarakat, Ibu Wasingatu Zakiyah, terkait dengan lansia. Gayung bersambut, saat yayasan al bayan ponpes barokah kalimasada, memiliki tanah wakaf yang harus dikelola di Kayunan. Salah satu kegiatan yang direncanakan untuk pengelolaan tanah wakaf itu adalah kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. “Melihat permasalahan yang ada di wilayah Kayunan dan Watugethek ada 70 lansia, 98% belum melakukan skrening kesehan dan 94% masih produktif untuk itu perlu dilakukan deteksi dini ttg kesehatan melalui pos yandu. Kayunan juga memiliki potensi SDM yang cukup besar diantaranya adanya 3 bidan, 5 perawat, 1 dokter umum, 2 mahasiswa kedokteran dan banyaknya kader, sukarelawan kesehatan yang bersemangat, maka gayung bersambut untuk mendirikan posyandu dan sekolah lansia yang diberi nama Kalimas Ayu ( kelompok lansia mandiri ayem sehat bahagia kayunan watugetheg)”, jelas Bu Titik. Bu Titik juga menjelaskan bahwa Kalimas Ayu juga bekerjasama dengan UGM, UII, Unriyo dan UMY untuk menyusun langkah langkah berikutnya sehingga sekolah lansia dapat terwujut “Untuk prospek dan pengembangan ke depan pemerintahan desa donoharjo dapat memfasilitasi dan membina pos yandu tsb dan juga bekerjasama dg kelompok posyandu yg ada di wilayah sekitarnya untuk mengikuti sekolah lansia. Kerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan pihak pihak terkait juga sangat kami harapkan”. “Semoga ke depan kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan kemanfaatan bagi banyak orang,” harap Bu Titik. (Endarwati)
Lalat Tentara Hitam Bantu Atasi Masalah Sampah
Sampah akhir akhir ini menjadi masalah serius yang dialami oleh masyarakat baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan. Sifatnya yang sulit dan lama untuk diurai menjadikan jumlah sampah selalu meningkat dari waktu ke waktu. Hal tersebut memerlukan penanganan khusus agar tidak terjadi pencemaran, polusi maupun kerusakan lingkungan karena sampah ,yang berakibat pada penurunan derajat kesehatan masyarakat. “Memilah sampah organik dan anorganik adalah langkah pertama yang bisa dilakukan di lingkungan rumah tangga dan merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sampah secara menyeluruh” kata Michael Yoga Setiawan pada acara Sosialisasi Pembuatan Ember Tumpuk untuk Lindi yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana dalam rangkaian kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa /Pengabdian Masyarakat (PKM PM) bertempat di padukuhan Suruh Donoharjo pada Sabtu 12 Agustus 2023. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa pada kenyataannya komposisi sampah didominasi oleh sampah organik, yaitu sampah yang berasal dari sisa organisme hidup misalnya limbah pasar atau limbah dapur seperti sisa sayuran, buah-buahan, nasi basi atau sisa makanan lainnya. Jenis sampah ini mudah terurai dan menyatu kembali dengan alam. “Untuk mengolah sampah organik selain dengan pengomposan juga bisa dilakukan dengan budidaya BSF( black soldier fly) atau Lalat TentaraHitam. BSF Adalah sejenis lalat berwarna hitam , bentuk tubuh menyerupai tawon. Ukuran panjang tubuh lalat dewasa sekitar 16 mm dengan dominasi warna hitam.Berbeda dengan lalat pada umumnya yang terkesan menjijikkan karena hinggap di tumpukan sampah, BSF adalah lalat bersih, tidak hinggap pada makanan dan bukan merupakan vektor penyakit sehingga tidak berbahaya terhadap kesehatan dan keselamatan manusia. Lalat ini bersahabat dengan manusia berdasarkan manfaatnya” terang Yoga Dijelaskan bahwa siklus hidup lalat tentara hitam rata-rata sekitar 40 hari. Seekor lalat BSF betina mampu menghasilkan 500 sampai 900 telur sekali perkawinannya yang kemudian menetas dan menjadi larva. Larva inilah yang disebut dengan maggot atau belatung. Dengan penggunaan maggot ini sangat efektif untuk mengatasi sampah organik rumah tangga karena makanan larva adalah sampah organik sehingga sampah tidak akan cepat menumpuk meskipun selama satu bulan namanya. Hal inilah yang membuat nya optimis jika semua rumah tangga menggunakan cara ini maka masalah sampah lambat laun akan teratasi. Pengolahan sampah organik menggunakan maggot dilakukan dengan metode ember tumpuk. Satu ember yang telah dilubangi pada bagian bawahnya diisi bahan organik limbah rumah tangga sebagai media untuk mengundang lalat atau meletakkan telur BSF sedangkan ember ke2 bagian bawah diletakkan sebagai penampung hasil dekomposisi berupa cairan Lindi yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair atau POC yang berguna untuk nutrisi tanaman. Lalat tentara hitam juga bisa dibudidayakan sebagai sumber pakan alternatif untuk ternak seperti unggas, ikan, burung berkicau dan hewan peliharaan lainnya. Ia yakin semakin banyak masyarakat yang melakukan budidaya BSF akan mendatangkan keuntungan tidak saja mengatasi masalah sampah organik tetapi juga mendapatkan keuntungan secara ekonomi.(Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
FKPM Donoharjo Menerima Kunjungan dari BPK Pusat
Sebagai organisasi yang mewakili Kabupaten Sleman dan mendapatkan juara kedua tingkat DIY pada perayaan Hari Bhayangkari tahun 2023, maka FKPM Donoharjo mendapatkan kunjungan dari BPK Pusat pada Senin, 7/8 23 di Sekretariat FKPM Donoharjo yang terletak di Kompleks Panti Asuhan Bina Remaja. Bapak Sugiyanto, kasatlantas Polres Sleman menjelaskan bahwa kunjungan dari BPK dimaksudkan untuk mengetahui tentang apa saja kegiatan FKPM serta bagaimana sinerginya dengan organisasi dan kegiatan yang lain. “Kita menyadari bahwa untuk mewujudkan ketertiban masyarakat perlu dukungan dari banyak pihak termasuk masyarakat.Ada banyak lembaga yang berakar dari keswadayaan masyarakat seperti Destana, Linmas, Relado, Jaga Warga. Dalam hal ini FKPM Donoharjo merupakan salah satu yang ditunjuk untuk menerima kunjungan dari BPK Pusat,” jelas Pak Sugiyanto. Selain ditanya tentang kegiatan dan administrasi, FKPM juga diminta mengisi kuesioner yang dibuat dalam rangka Pemeriksaan Kinerja Pendahuluan atasProgram Pemolisian Masyarakat Tahun 2022 s.d. Semester I 2023 pada KepolisianNegara Republik Indonesia dan Instansi Terkait Lainnya. Tim BPK Jakarta terdiri dari Bapak Jonet Patmono, Bapak Dykha Pribadi, Bapak Galih Bima Pramestya, dan Bapak Ahmad Syarif. Bapak Galih Bima Pramestya menyampaikan kesannya bahwa FKPM Donoharjo merupakan FKPM yang aktif dan telah tertib dalam administrasi. “Selain itu kegiatan juga sudah lengkap dan struktur organisasi juga sudah mapan”. Sementara itu, Jogoboyo Donoharjo Bapak R Fendi Aji Putra,SH menyampaikan rasa syukurnya atas keberadaan FKPM di Donoharjo. “Adanya FKPM serta beberapa organisasi relawan yang lain merupakan rejeki yang luar biasa bagi Donoharjo karena memiliki orang-orang yang peduli dengan sosial, budaya dan ketertiban”. (Endarwati)
Sosialisasi Pemilu untuk Perempuan, Disabilitas dan Pemilih Pemula
Salah satu indikator keberhasilan pemilu adalah tingginya angka partisipasi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya. Demikian dikatakan Lurah Donoharjo Hadi Rintoko dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Pemilu untuk kelompok perempuan disabilitas dan pemilih pemula yang diselengarakan oleh Panitia Pemungutan Suara ( PPS) Donoharjo pada Jumat, 28/07/ 2023. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sosialisasi yang merupakan proses penyampaian informasi tentang tahapan dan program penyelenggaraan pemilu ke masyarakat adalah salah satu cara tepat untuk mendorong pemilih menggunakan hak pilihnya secara baik. “Diperlukan informasi yang benar kepada pemilih untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran pemilih tentang pemilu sehingga nantinya dihasilkan pemimpin yang benar-benar mendekati kehendak rakyat.”kata Hadi Rintoko. Sementara itu Upik Wahyuni anggota PPS Donoharjo dalam materinya menyampaikan bahwa negara menjamin persamaan hak berpolitik kepada semua warga negara termasuk perempuan, Pemilih Pemula dan kelompok disabilitas sehingga Peluang yang sama tersebut perlu dimanfaatkan dengan aktif berpartisipasi pada setiap kegiatan dan tahapan Pemilu. “Partisipasi masyarakat dalam pemilu dapat dilakukan dalam bentuk keterlibatan masyarakat sebagai pemilih, peserta pemilu , penyelenggara pemilu , relawan, pengawas, melakukan sosialisasi pemilu, pendidikan Pemilih, pemantau dan tentunya menjadi pemilih yang cerdas rasional dan bertanggung jawab” tegas Upik. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa menjadiPemilih cerdas dapat dilakukan dengan cara mencari informasi siapa kontestan yang akan dipilih, latar belakang kegiatannya, melihat visi misi kontestan , tidak mudah terprovokasi, waspada terhadap berita-berita hoax dan menolak politik uang. “Pada intinya partisipasi masyarakat pada pemilu harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan senantiasa mewujudkan suasana yang kondusif agar penyelenggaraan pemilu berlangsung aman, damai tertib dan lancar.” tandas Upik Wahyuni. ” Saat pemungutan suara nanti Rabu 14 Februari 2024 panitia berkomitmen agar TPS ramah disabilitas dengan memberikan tempat dan pelayanan yang baik bagi pemilih berkebutuhan khusus.” tambahnya Pun demikian bagi pemilih pemula diharapkan untuk berperan aktif mengikuti proses dan tahapan pemilu karena suara yang dihasilkan sangat menentukan nasib bangsa ke depan. “Pastikan semua warga negara yang telah memenuhi syarat menjadi pemilih sudah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) dengan mengecek namanya di DPT yang sudah diumumkan di tempat2 strategis masing-masing padukuhan atau dengan mengakses cekdptonline.kpu.go.id” pungkasnya. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Kirab Pusaka dan Gunungan meriahkan HUT ke 75 donoharjo
Sebagai puncak perayakan hari ulang tahun ke 75 Kalurahan Donoharjo Kapanewon Ngaglik, pemerintah kalurahan donoharjo menggelar acara Kirab Budaya Bedhol Projo pada Minggu 16 /07/2023. Acara diawali dengan bedol pusaka di dalam joglo rumah lurah karanglo lama Soerodimedjo . Diiringi oleh Bergada dari Padukuhan Penen pusaka diarak menuju Balai Kencono padukuhan Bakalan yang berjarak sekitar 1 km. Di bale Kencono prosesi dimulai dengan Kenduri dan doa oleh para Rois se kalurahan Donoharjo. Pada kesempatan tersebut,Lurah donoharjo Hadi Rintoko menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena seluruh masyarakat yang telah menyumbangkan tenaga pikiran materi untuk menampilkan yang terbaik pada Kirab budaya ini sehingga berlangsung sangat meriah. “Kirab budaya ini berhasil menggerakkan seluruh komponen masyarakat untuk bekerja bersama bergotong-royong nyengkuyung kegiatan memeriahkan hari ulang tahun donoharjo. Hal ini sekaligus sebagai harapan dan keyakinan bahwa donoharjo akan menjadi tempat yang menyenangkan sehingga visi misi Sri taman Sri gunung akan segera terwujud” kata Hadi Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Sleman Sri Kustini menyampaikan bahwa pencanangan kapanewon sebagai pusat budaya ternyata sangat berpengaruh untuk mengembangkkan potensi budaya dan perekonomian masyarakat. “Hal ini perlu untuk selalu dilestarikan agar supaya gebyar meriahnya tidak hanya sekali terlaksana dan sebagai sarana untuk menggali potensi kebudayaan tradisional yang ada di Kelurahan donoharjo sebagai tindak lanjut membangun dan memberdayakan masyarakat yang ada” kata Bupati Sleman Selanjutnya pusaka dan gunungan dikirab dari Balai Kencono menuju ke kantor Kelurahan donoharjo dengan jarak sekitar 4 km. Kirab budaya diiringi oleh Bergada Rakyat dan diikuti sekitar 1500 orang yang berasal dari 16 Padukuhan se-kalurahan donoharjo. Kirab diikuti juga oleh berbagai lapisan masyarakat tidak saja bernuansa Jawa , terlihat juga Ogoh Ogoh Hanoman dari Bali ikut serta memeriahkan acara tersebut. Sesampainya di kantor Kelurahan donoharjo pusaka yang dibawa oleh lurah Hadi Rintoko kemudian disimpan di gedung pusaka.Untuk selanjutnya masyarakat menyaksikan tarian kolosal dari padukuhan Penen, dilanjutkan dengan rebutan gunungan yang berisi berbagai hasil bumi seperti sayur-sayuran buah-buahan sebagai simbol kemakmuran bagi masyarakat Kelurahan donoharjo. Kirab Budaya ini sekaligus menandai berakhir nya rangkaian Hari jadi Kalurahan Donoharjo yang sebelumnya telah dilaksanakan pertandingan olahraga,senam , lomba kebersihan kampung, bazar UMKM, lomba mewarnai dan berbagai macam pentas kesenian rakyat.(Upik Wahyuni KIM Donoharjo)
Lomba Kebersihan Antar Padukuhan di Donoharjo
Salah satu cara untuk melakukan akselerasi atau percepatan pembangunan adalah dengan penyelenggaraan lomba karena akan memacu dan motivasi masyarakat untuk bergerak. Demikian yang terlihat di beberapa Padukuhan, saat pelaksanaan penilaian pada event lomba kebersihan antar padukuhan se-Kalurahan Donoharjo Minggu 9/7/23. Kegiatan yang diselenggarakan merupakan salah satu rangkaian acara Peringatan Hari Jadi Kalurahan Donoharjo yang ke-75 dan akan diumumkan pada malam pentas seni tanggal 15 Juli 2023 di Embung Jetis Suruh. Ketua Tim Penggerak PKK Donoharjo Ibu Tri Rahayu, SE yang juga merupakan ketua seksi lomba kebersihan menjelaskan bahwa kriteria penilain meliputi kebersihan jalan dusun dan kebersihan area pemukiman, keindahan penataan visual tanaman dan pekarangan, Penghijauan, Kreatifitas/Inovasi meliputi warung Hidup dan apotek hidup. “Penilaian juga meliputi kerja bakti lingkungan secara berkala, aktifitas bank sampah serta pengelolaan sampah”. Untuk menjaga obyektivitas penilaian, maka tim Yuri diambilkan dari luar Kalurahan Donoharjo yaitu dari Dinas Lingkungan Hidup (E. Mustika Dewi, S.H., dan Dewi Setyowati, ST., M.Emg.), Puskesmas Ngaglik 2 (Lina Kurniati) serta Ketua Tim Penggerak PKK Kapanewon Ngaglik (Eny Nur Widayati). Tri Rahayu berharap lingkungan di wilayah Donoharjo selain indah, juga bersih dan sehat. Selain itu juga menyampaikan harapannya agar pelaksanaan lomba kebersihan lingkungan dapat diadakan setiap tahun sehingga upaya dalam mewujudkan lingkungan bersih dan sehat dapat tercapai secara berkesinambungan. Menyinggung tentang pengelolaan sampah yang mana peran serta dari masyarakat belum optimal, “mungkin perlu adanya penyampaian informasi dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih masif lagi”. “Semoga kegiatan lomba kebersihan ini dapat dimasukkan sebagai kegiatan rutin pada rangkaian kegiatan hari jadi Donoharjo karena selain untuk menumbuhkan semangat warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar, memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai warung hidup atau apotik hidup untuk kebutuhan sehari-hari, serta mampu mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan bermanfaat’’ jelas Tri Rahayu Sementara itu, salah satu Yuri Ibu E Mustika Dewi,SH menyampaikan bahwa dalam proses penilaian tadi banyak memberikan masukan dengan tujuan untuk memotivasi masyarakat. “Saya berharap warga lebih peduli karena warga ujung tombak dari kegiatan yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Di DLH juga banyak program yang bisa diakses seperti Kampung Hijau, Kampung Iklim, diharapkan masyarakat dengan kesadaran nya dapat termotivasi dan turut bergabung dengan kami”. “Salah satu yang menjadi pesan kami, jika ada sarana dan prasarana yang pernah diperbantukan agar dijaga dan dirawat”, jelas Bu Dewi. (Endarwati)