Keterbukaan dan Transparansi Dalam Pengangkatan Dukuh Brengosan
Usai seluruh proses ujian Pengangkatan Dukuh Brengosan yang berlangsung sejak pukul 08.40 sampai 14.30 Senin 19/10/26, seluruh hadirin berkumpul di Joglo Emge milik Bapak Sardiman warga Padukuhan Brengosan Donoharjo .
Di hadapan para peserta, Panewu, Lurah, BPKal, Panitia, tokoh dan masyarakat Padukuhan Brengosan, koordinator Dewan Penguji Ibu Helen Dian Fridayani,S.IP, M.IP, Ph.D dari Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY menjelaskan dan membahas satu persatu hasil ujian masing masing peserta.
Setelah seluruh peserta memahami dan menerima penjelasan hasil ujian, acara dilanjutkan dengan penyusunan rekapitulasi, penyerahan hasil ujian kepada Bapak Lurah Donoharjo.
Selanjutnya Panitia menambahkan dengan nilai lokalitas dan pengabdian dilanjutkan pengumuman hasil di mana Pengangkatan Dukuh Brengosan dimenangkan Ayub Supranggono dengan nilai 92,00. Adapun Yumna Hanifah memperoleh nilai 83,20, Syarif Nur Hidayat 88,10 dan Aji Sadewa 49.50.
Materi ujian meliputi tes kemampuan dasar menggunakan Computer Assisted Test (CAT), praktik komputer berupa Microsoft Word dan Excel, serta praktik komunikasi. Pada bagian komunikasi, peserta mengikuti ujian pidato berbahasa Jawa dengan tema gotong royong dan penjadwalan, presentasi rencana kerja 100 hari, serta simulasi memimpin rapat dengan pembahasan gotong royong dan penanganan sampah.
Dalam sambutannya menjelang pelaksanaan ujian, Lurah Donoharjo, Bapak Hadi Rintoko, ST, menegaskan bahwa pemilihan lokasi ujian di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya mewujudkan transparansi sekaligus memberikan keyakinan kepada seluruh peserta bahwa proses seleksi dilaksanakan secara terbuka.
“Silakan luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar. Jika ada kecurigaan, ghibah, dan fitnah, itu tidak baik. Hendaknya semua bersemangat dan ikhlaskan niat untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat”.
Beliau juga mengingatkan bahwa menjadi dukuh bukanlah tugas yang mudah. Seorang dukuh dituntut memiliki kebijaksanaan, kemampuan memimpin, dan kesungguhan dalam melayani masyarakat. Menurutnya, kemampuan berbicara dan kecerdasan saja belum cukup untuk menjalankan amanah sebagai pemimpin di tingkat padukuhan.
Bapak Lurah Donoharjo juga berpesan agar seluruh peserta, keluarga, dan masyarakat tetap menjaga kerukunan serta hubungan kekeluargaan, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai dukuh. Perbedaan hasil seleksi diharapkan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Panewu Ngaglik, Bapak Edi Wibowo, S.STp, M.Eng menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian pengangkatan dukuh di rumah warga merupakan pengalaman baru yang dapat menjadi catatan sejarah bagi pemerintah kalurahan, panitia, peserta, maupun masyarakat setempat.
“Mari kita buat satu catatan sejarah dalam perjalanan kita masing-masing, baik bagi pemerintah kalurahan, panitia, maupun peserta,” ujarnya.
Bapak Edi Wibowo menegaskan bahwa hasil seleksi bukanlah akhir dari perjalanan hidup para peserta. Bagi peserta yang terpilih, hasil tersebut menjadi awal pengabdian kepada masyarakat. Adapun peserta yang belum berhasil tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui bidang dan peran lainnya.
Beliau juga mengapresiasi sikap Lurah Donoharjo yang memberikan ruang bagi pelaksanaan ujian di tengah masyarakat. Menurutnya, dukungan panitia, masyarakat, dan keluarga peserta sangat penting untuk menjaga suasana yang kondusif selama proses seleksi berlangsung.
Pak Edi menambahkan, lokasi ujian yang merupakan kediaman mantan dukuh memiliki nilai historis tersendiri dalam perjalanan pelayanan masyarakat Padukuhan Brengosan. Pelaksanaan seleksi di tempat tersebut diharapkan menjadi bagian dari sejarah yang membawa semangat baru bagi kepemimpinan dan pelayanan masyarakat ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Ibu Helen Dian Fridayani menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kalurahan, panitia, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung kelancaran seluruh tahapan seleksi.
Beliau menegaskan bahwa seleksi merupakan proses penilaian kompetensi yang pada akhirnya hanya menghasilkan satu peserta terpilih.
“Namun bagi peserta yang belum memperoleh nilai tertinggi tetap memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui jalur pengabdian lainnya”, pungkasnya.
Dengan berakhirnya proses seleksi dan diumumkannya hasil akhir, pengangkatan Dukuh Brengosan diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin yang kompeten, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses pemerintahan yang terbuka, adil, dan bertanggung jawab, semangat menjaga kerukunan dan mengutamakan kepentingan bersama menjadi modal penting bagi keberlanjutan pelayanan masyarakat Padukuhan Brengosan. (Endarwati)