Berita Media Donoharjo

P3S Sosialisasikan Cara Untuk Atasi Masalah Sampah

Petugas Pendamping Pengelola Sampah (P3S) Kapanewon Ngaglik mendorong masyarakat untuk memulai pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri dari tingkat rumah tangga. Edukasi ini disampaikan dalam sosialisasi pengelolaan sampah di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (28/9/2026).

Ketua P3S Kapanewon Ngaglik, Gundari, menegaskan bahwa merujuk pada Surat Edaran Bupati Sleman, Harda Kiswaya, setiap padukuhan diimbau memiliki minimal satu Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM). Langkah ini krusial karena persoalan sampah tidak akan usai jika hanya mengandalkan petugas pengangkut.

“Mengapa kita harus memulai? Karena semakin banyak sampah. Maka mari kita kelola bersama. Pemilahan dari rumah menjadi kunci. Sampah anorganik yang porsinya sekitar 30 persen dapat disalurkan melalui bank sampah maupun sedekah sampah. Sampah organik sekitar 60 persen dapat diolah menjadi pupuk, dan sisanya 10 persen berupa residu,” ujar Gundari.

Gundari memaparkan pengolahan sampah organik dapat memanfaatkan metode komposter, biopori, losida, ember tumpuk, maupun jugangan. Selain itu, keterlibatan aktif pemerintah kalurahan melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) kelembagaan sangat diperlukan agar kelompok masyarakat lebih mudah mengakses bantuan sarana dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.

Perwakilan DLH Kabupaten Sleman, Tetuko, mengapresiasi inisiatif warga dan menyatakan kesiapan pemerintah untuk menyalurkan berbagai bentuk dukungan operasional maupun kelembagaan.

“Dukungan tersebut antara lain berupa sosialisasi, pelatihan, komposter, kompartemen, drum plastik, hingga timbangan. DLH juga menyediakan fasilitasi kelembagaan berupa anggaran sekitar Rp2 juta bagi kelompok yang membentuk kelembagaan pengelolaan sampah. Namun, setiap tahun hanya sepuluh kelompok yang difasilitasi, sehingga harus bergantian,” jelas Tetuko.

Melalui sinergi antara kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah, gerakan pemilahan sampah dari rumah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga. (Endarwati)