FORKAP Ngaglik–AHS Gelar Pelatihan Marinasi, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

FORKAP Ngaglik–AHS Gelar Pelatihan Marinasi, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Upaya meningkatkan perekonomian warga miskin terus dilakukan di wilayah Kapanewon Ngaglik. Salah satunya melalui penguatan keterampilan dasar yang mudah diterapkan dan memiliki nilai jual. Forum Komunikasi UMKM Kapanewon (FORKAP) Ngaglik bekerja sama dengan AHS (Adam Hawa Sejahtera) menggelar pelatihan marinasi berbagai jenis ikan yang ditujukan bagi warga miskin dan rentan miskin. Kegiatan tersebut berlangsung di Griya UMKM Forkap Ngaglik, Plosokuning Minomartani, Ngaglik, Sleman, pada Senin (10/1/2026).
Pelatihan ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan teknis mengolah makanan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan peserta bahwa mereka mampu mengembangkan potensi ekonomi keluarga. Melalui pembinaan terarah, peserta didorong untuk berani memulai usaha kecil berbasis kuliner yang memiliki peluang pasar luas.
Koordinator kegiatan, Anifah Mei Khati yang juga ketua Forkap Ngaglik, mengatakan pelatihan ini secara khusus menyasar kepala keluarga (KK) miskin dan rentan miskin agar mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.
“Pembinaan ini kami arahkan kepada KK miskin dan rentan miskin agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan. Harapannya, mereka bisa naik kelas secara bertahap, dari miskin menjadi rentan miskin, kemudian lepas dari kategori miskin,” ujar Anifah.
Ia menjelaskan, pelatihan ini dirancang sederhana, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan pasar. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilibatkan langsung dalam praktik pengolahan makanan sehingga mampu memahami proses secara utuh.
“Respon peserta sangat positif. Mereka antusias karena materi yang diberikan dekat dengan kehidupan sehari-hari dan berpeluang menjadi usaha. Ini bisa menjadi modal awal untuk berwirausaha,” katanya.
Dalam sesi praktik, peserta dikenalkan pada berbagai teknik dan varian marinasi yang diminati konsumen. Materi yang diberikan antara lain marinasi ikan rasa BBQ, marinasi lemon herba, marinasi kuning rempah, marinasi kecap pedas manis, hingga marinasi teriyaki bawang putih mentega. Seluruh materi disampaikan secara aplikatif dengan memperhatikan standar rasa, kebersihan, dan efisiensi biaya.
Menurut Anifah, keterampilan marinasi dipilih karena relatif mudah dikembangkan, bahan bakunya terjangkau, serta dapat diolah menjadi berbagai produk siap jual, baik untuk konsumsi harian maupun kebutuhan musiman.
“Menjelang bulan suci Ramadhan, kebutuhan olahan makanan biasanya meningkat. Kami berharap keterampilan ini dapat dimanfaatkan peserta untuk membuka usaha rumahan, menerima pesanan, atau bergabung dalam kegiatan ekonomi lokal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Anifah menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan FORKAP Ngaglik dalam memberdayakan masyarakat. Tidak hanya berhenti pada pelatihan, ke depan diharapkan ada pendampingan lanjutan dari masing-masing bidang di forkap baik bidang pengembangan produksi, pengembangan inovasi usaha, pembiayaan, pemasaran maupun peningkatan sumber daya manusia agar peserta benar-benar mampu mengelola usaha secara mandiri.
“Harapan kami, setelah pelatihan ini akan muncul pelaku usaha yang mumpuni dari warga miskin dan rentan miskin. Dengan keterampilan dan pendampingan yang tepat, mereka bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan,” pungkasnya.( Upik Wahyuni /KIM Donoharjo)