Agenda,  Berita Media Donoharjo

Sekolah Keterampilan PKK Donoharjo Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan Ekonomi Keluarga Menjelang Ramadan

( diambil oleh : Upik wahyuni, Pada : Sabtu 14 Februari 2026 )

Pokja II Tim Penggerak PKK Kelurahan Donoharjo kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan perempuan dengan menggelar Sekolah Keterampilan bagi para kadernya pada Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Mbah Slamet, Padukuhan Jetis Donolayan, Ngaglik, Sleman ini merupakan salah satu program kerja Pokja II yang difokuskan pada peningkatan pendidikan keterampilan hidup (life skill) serta penguatan ekonomi keluarga berbasis rumah tangga.
Sekolah keterampilan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran praktis bagi perempuan agar memiliki kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan tata boga, peserta dibekali keterampilan mengolah makanan yang tidak hanya sehat dan bergizi untuk keluarga, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi apabila dikembangkan menjadi usaha rumahan. Tema frozen food dipilih karena dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Donoharjo, Tri Rahayu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah keterampilan ini merupakan bagian dari strategi PKK untuk meningkatkan peran perempuan dalam ketahanan keluarga. Ia menjelaskan bahwa pada bulan Ramadan, aktivitas rumah tangga cenderung meningkat sehingga dibutuhkan alternatif menu yang praktis, cepat disajikan, namun tetap memperhatikan nilai gizi.
“Ramadan menjadi momen yang tepat untuk membekali ibu-ibu dengan keterampilan mengolah makanan praktis. Dengan frozen food, penyajian bisa lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas dan kandungan gizi makanan,” ujarnya.

Lebih lanjut Tri Rahayu menekankan bahwa program ini tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. Sekolah keterampilan juga diarahkan untuk membuka wawasan kewirausahaan bagi para peserta.

“Kami berharap keterampilan ini bisa dikembangkan menjadi sebuah usaha . Dengan begitu, perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga,” tambahnya.

Dalam pelatihan kali ini, peserta diajak mempraktikkan pembuatan beberapa jenis frozen food yang populer di masyarakat, di antaranya bitterballen dan dimsum. Kedua produk berbahan dasar daging ayam tersebut dipilih karena relatif mudah dibuat, bahan bakunya mudah diperoleh, serta memiliki peluang pasar yang cukup luas. Produk ini juga digemari oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai usaha.

Selain teknik pengolahan, peserta juga mendapatkan materi tentang standar kebersihan dan keamanan pangan, termasuk cara menjaga kualitas bahan baku dan proses produksi. Tidak kalah penting, pelatihan ini juga membahas teknik pengemasan makanan frozen food menggunakan alat vakum sealer. Pengemasan vakum dinilai mampu memperpanjang masa simpan produk, menjaga tekstur dan rasa, serta mencegah kontaminasi selama penyimpanan di dalam freezer.

Pelatihan dipandu oleh Anindya Yuanita, seorang praktisi sekaligus pengusaha frozen food yang telah lama berkecimpung di dunia kuliner. Dalam sesi pemaparan dan praktik, Anindya menjelaskan secara rinci tahapan pembuatan dimsum dan bitterballen, mulai dari pemilihan bahan yang berkualitas, penentuan komposisi yang seimbang, hingga teknik pengolahan yang tepat agar produk tetap lezat dan bernilai gizi tinggi.

“Kesalahan kecil dalam takaran bahan atau proses pengolahan bisa mempengaruhi rasa dan kualitas produk. Karena itu, penting bagi pelaku usaha frozen food untuk memahami proses secara menyeluruh, termasuk cara penyimpanan yang benar,” jelas Anindya kepada peserta.

Ia juga mendorong peserta untuk berani berinovasi dengan menyesuaikan rasa dan kemasan sesuai selera pasar. Menurutnya, kreativitas dan konsistensi kualitas menjadi kunci utama agar produk frozen food mampu bersaing dan diminati konsumen.

Melalui kegiatan sekolah keterampilan ini, Pokja II PKK Kelurahan Donoharjo berharap para kader dan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga kepercayaan diri untuk mempraktikkan dan mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata peran PKK dalam mendorong pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan.

(Upik wahyuni | KIM Donoharjo)